Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Tahun Depan, Tren Beriklan di Platform Lokal Lebih Diminati

Sebanyak 75 persen pangsa pasar industri iklan Indonesia dinikmati oleh pemain global, seperti Facebook Group, Google, dan Youtube.
Rahmad Fauzan
Rahmad Fauzan - Bisnis.com 17 Desember 2020  |  07:27 WIB
Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Hariyadi B Sukamdani.  - Bisnis.com
Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Hariyadi B Sukamdani. - Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA – Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Hariyadi Sukamdani mengatakan tren dominasi belanja iklan di platform global akan bergeser ke publisher lokal pada 2021. 

Menurut Hariyadi, terdapat 2 hal yang mendorong terjadinya pergeseran beriklan oleh pelaku usaha di Indonesia tahun depan, antara lain harga beriklan di platform global dinilai mahal dan membaiknya kualitas platform buatan publisher lokal.

"Tren beriklan di platform global akan bergeser tahun depan. Soalnya, platform global [harganya] mahal, dan kualitas publisher lokal juga semakin membaik," ujar Hariyadi kepada Bisnis.com, Rabu (16/12/2020).

Berdasarkan informasi yang diperoleh Bisnis.com dari Persatuan Perusahaan Periklanan Indonesia (PPPI), belanja iklan digital masih dinikmati oleh platform global, bukan publisher lokal. Sebanyak 75 persen pangsa pasar industri iklan Indonesia dinikmati oleh pemain global, seperti Facebook Group, Google, dan Youtube.

Selain itu, lanjutnya, belanja iklan oleh korporasi nasional tahun depan diprediksi naik hingga 10 persen. Baik media konvensional maupun digital, keduanya diperkirakan sama-sama moncer.

Untuk belanja iklan di medium konvensional, lanjutnya, diperkirakan meningkat di kisaran 15-20 persen dibandingkan tahun ini. Sebaliknya untuk digital, belanja iklan disebut turut naik dengan kisaran yang sama.

Sebagai informasi, sampai dengan September 2020 nilai realisasi belanja iklan di Indonesia lebih dari Rp150 triliun. Dari segi komposisi, terjadi perubahan cukup mendasar pada 2020 dari kuartal II hingga kuartal IV berjalan, yaitu kenaikan drastis iklan digital yang disebut meningkat 3 kali lipat.

Menurut PPPI, tren komposisi tersebut dikatakan bakal terus terjadi hingga 2021 dengan platform yang lebih beragam. Tetapi, akan lebih didominasi oleh direct action media atau iklan yang muncul di media sosial.

Secara keseluruhan, televisi masih mendominasi sekitar 60 persen pangsa pasar iklan, internet 20-25 persen, dan sisanya diraup oleh media-media konvensional seperti radio dan media luar ruang.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

belanja iklan apindo produk lokal
Editor : Amanda Kusumawardhani
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top