Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Nokia ‘Tumbalkan’ Margin untuk Pacu Pengembangan Jaringan 5G

Perusahaan asal Finlandia ini akan mengembangkan produk yang menggunakan arsitektur Open RAN (Radio Access Network)
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 16 Desember 2020  |  14:08 WIB
Nokia - Istimewa
Nokia - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Nokia Oyj mengabarkan akan menekan margin bisnis jaringannya menjadi nol pada tahun 2021. Hal ini dilakukan demi fokus pada pengembangan jaringan 5G.

Dilansir dari Bloomberg pada Rabu (16/12/2020), perusahaan asal Finlandia ini akan mengembangkan produk yang menggunakan arsitektur Open RAN (Radio Access Network), yang memungkinkan operator menggunakan peralatan dari banyak vendor dan RAN virtual yang dapat dijalankan sebagai perangkat lunak pada perangkat keras umum lainnya.

Pekka Lundmark, yang menjabat sebagai Chief Executive Officer Nokia pada bulan Agustus, mendorong reorganisasi di internal produsen perlengkapan telekomunikasi ini saat sejumlah pesaing mulai menggenjot pengembangan jaringan nirkabel generasi kelima.

Perusahaan mengatakan prospek keseluruhan untuk tahun depan tidak berubah dan memperkirakan margin, tidak termasuk beberapa item seperti biaya restrukturisasi, untuk seluruh bisnis mencapai 7 persen hingga 10 persen.

"Pelanggan menggunakan pendekatan terbaik untuk membangun jaringan ini, memilih elemen jaringan dari beberapa vendor individu yang mampu menawarkan kinerja terbaik per total biaya kepemilikan," kata Lundmark dalam pernyataannya.

“Nokia bertujuan untuk menjadi pemimpin teknologi di bidang yang dipilihnya,” lanjutnya, seperti dikutip Bloomberg.

Lundmark mengatakan dia siap mengorbankan profitabilitas jangka pendek untuk mengambil bagian di pasar 5G karena telah tertinggal dari kompetitornya. Sebelumnya, perusahaan melewatkan kesepakatan untuk menyediakan teknologi tersebut kepada Verizon Communications Inc. awal tahun ini setelah operator AS tersebut memilih Samsung Electronics Co.

Perusahaan juga tengah mengejar ketinggalan dengan teknologinya. Setelah menghabiskan bertahun-tahun mengelola kesepakatan senilai US$18 miliar untuk Alcatel Lucent, Nokia terlambat memproduksi chipset 5G-nya sendiri dan memaksanya untuk membeli alternatif yang lebih mahal dan memakan sumber daya yang tersisa untuk diinvestasikan.

Namun, larangan terhadap Huawei Technologies Ltd. dapat membuka peluang bagi CEO baru Nokia ini untuk mengambil pangsa pasar.

Perang dagang antara AS dan China telah berkontribusi pada banyak sekutu AS yang melarang pembuat peralatan jaringan perusahaan asal China tersebut dalam menyediakan teknologi untuk jaringan telepon mereka.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

nokia teknologi 5G

Sumber : Bloomberg

Editor : Aprianto Cahyo Nugroho

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top