Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Jadi Fenomena di Dunia, JK Sebut Struktur Ekonomi RI Dikuasai Pengusaha Rokok

Berbeda dengan negara lain, orang terkaya di Indonesia adalah pengusaha rokok. Sementara itu, di Jepang, orang terkayanya berasal dari industri perbankan. Demikian juga Korea Selatan, yang memiliki perusahaan teknologi besar, seperti Samsung
Maria Elena
Maria Elena - Bisnis.com 09 Desember 2020  |  15:43 WIB
Jadi Fenomena di Dunia, JK Sebut Struktur Ekonomi RI Dikuasai Pengusaha Rokok
Jusuf Kalla saat memberikan keterangan di Jakarta. - Bisnis/Anggara Pernando
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Mantan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla (JK) membandingkan struktur ekonomi Indonesia dengan negara lain. JK mengatakan berbeda dengan negara lain, hanya di Indonesia orang terkaya atau perusahan terbesar berasal dari industri rokok.

"Indonesia yang paling beda dengan negara lain, orang terkayanya pengusaha rokok," katanya dalam video conference, Rabu (9/12/2020).

JK mengatakan berbeda jika dibandingkan dengan negara lain, seperti Amerika Serikat (AS) di mana perusahaan paling maju di negara itu berasal dari sektor teknologi informasi (TI).

Sementara Jepang, imbuhnya, orang terkayanya berasal dari industri perbankan. Demikian juga Korea Selatan, yang memiliki perusahaan teknologi besar, seperti Samsung, dan India di mana orang terkaya di sana bergerak di sektor energi.

"Berarti orang Indonesia berani-berani, meski di bungkusan rokok ditulis dapat menyebabkan kanker atau menyebabkan kematian. Jadi orang terkaya ke-1, 2, 3 itu pengusaha rokok," jelasnya.

JK menceritakan pada masa jabatannya sebagai Wakil Presiden RI, pihaknya telah berupaya mengubah struktur ekonomi Indonesia, baik dari sisi pengurangan konsumsi rokok hingga menaikkan cukai hasil tembakau, namun tidak berhasil dilakukan.

"[Tidak berhasil] Karena banyak pendukungnya, termasuk di pemerintahan, ini masalah yang kita harus hadapi," katanya.

Menurut JK, jika struktur ekonomi Indonesia masih tetap didominasi oleh perusahaan rokok, maka pembangunan ekonomi yang berkelanjutan tidak akan berjalan.

"Pasti kalau pengusaha rokoknya terkaya, tidak akan sustainable ekonominya," jelasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

industri rokok jusuf kalla ekonomi indonesia
Editor : Hadijah Alaydrus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top