Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Saham Melonjak 250 Persen, Pendiri BioNTech Masuk Deretan Orang Terkaya di Dunia

Saham BioNTech telah melonjak hampir 8 persen minggu ini dan naik lebih dari 250 persen sepanjang tahun 2020. Sahin sekarang adalah orang terkaya ke-493 di planet ini dengan kekayaan bersih US$5,1 miliar, menurut Bloomberg Billionaires Index.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 04 Desember 2020  |  15:03 WIB
Salah satu pendiri BioNTech, Ugur Sahin - Bloomberg
Salah satu pendiri BioNTech, Ugur Sahin - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA – Ugur Sahin baru saja mencapai tonggak sejarah. Salah satu pendiri BioNTech SE tersebut bergabung dengan deretan 500 orang terkaya di dunia setelah Inggris menyetujui penggunaan vaksin Covid-19 yang dikembangkan dengan Pfizer Inc.

Dilansir dari Bloomberg, saham BioNTech telah melonjak hampir 8 persen minggu ini dan naik lebih dari 250 persen sepanjang tahun 2020. Sahin sekarang adalah orang terkaya ke-493 di planet ini dengan kekayaan bersih US$5,1 miliar, menurut Bloomberg Billionaires Index.

Sahin tidak menanggapi permintaan komentar yang dibuat melalui kantor pers BioNTech.

Inggris adalah negara barat pertama yang menyetujui penggunaan vaksin Covid-19, membuka jalan untuk penyebaran vaksin yang menurut Pfizer dan BioNTech 95 persen efektif dalam mencegah Covid-19.

BioNTech masih menunggu keputusan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan AS dan regulator Uni Eropa.

Perusahaan asal Jerman tersebut sebelumnya berfokus pada memerangi kanker, tetapi Sahin dan istrinya Ozlem Tureci, yang juga menjadi kepala petugas medis BioNTech, mempertajam fokus pada Covid-19 pada Januari setelah membaca studi yang meresahkan tentang penyebaran virus di sebuah keluarga yang pernah berkunjung ke Wuhan, China.

Hasil studi tersebut menjadi validasi dari jenis obat baru yang mereka kejar dalam karir mereka.

"Ini bisa membuka bidang farmasi untuk kelas molekul baru," kata Sahin bulan lalu, seperti dikutip Bloomberg.

Ilmuwan kelahiran Turki tersebut menjadi adalah pemegang saham tunggal dari sebuah perusahaan Jerman yang mengendalikan 18 persen saham di BioNTech. Perusahaan meraih modal US$150 juta dari penawaran umum perdana di AS tahun lalu.

Sahin bergabung dengan Struengmann bersaudara dari Jerman di antara 500 orang terkaya di dunia. Mereka memiliki sekitar 50 persen BioNTech dan mendukung usaha bioteknologi sebelumnya yang didirikan Sahin bersama istrinya, Ganymed Pharmaceuticals AG. Kekayaan Struengmann diperkirakan lebih dari US$24 miliar jika digabungkan.

Perlombaan untuk memproduksi vaksin Covid-19 juga telah mengangkat sekelompok investor di perusahaan pesaing terdekat BioNTech, Moderna Inc.

Saham perusahaan yang berbasis di Cambridge, Massachusetts, tersebut telah melonjak lebih dari 700 persen tahun ini, dan menjadikan sejumlah investor awal miliarder, termasuk profesor Institut Teknologi Massachusetts Bob Langer dan profesor Universitas Harvard Tim Springer, serta CEO Moderna Stephane Bancel, yang sekarang memiliki kekayaan US$4,9 miliar.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

orang terkaya Vaksin Covid-19
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top