Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Nataru Dibatasi Situasional, Aptrindo: Belum Seperti Harapan

Pembatasan operasional pada hampir seluruh hari libur nasional seolah menjadi pilihan yang kerap dilakukan oleh Kementerian Perhubungan dalam beberapa tahun terakhir. 
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 06 Desember 2020  |  14:34 WIB
Petugas melakukan pemeriksaan tonase beban kendaraan saat razia mobil angkutan barang dan penumpang di Lapangan Denggung, Sleman, DI Yogyakarta, Selasa (14/5/2019). - ANTARA/Andreas Fitri Atmoko
Petugas melakukan pemeriksaan tonase beban kendaraan saat razia mobil angkutan barang dan penumpang di Lapangan Denggung, Sleman, DI Yogyakarta, Selasa (14/5/2019). - ANTARA/Andreas Fitri Atmoko

Bisnis.com, JAKARTA – Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) menilai rencana pembatasan operasi angkutan barang selama periode nataru masih belum sesuai dengan harapan yang telah disampaikan kepada pemerintah.

Ketua Umum Aptrindo Gemilang Tarigan mengatakan keputusan pemerintah tetap berpihak dan memprioritaskan angkutan penumpang daripada barang. Alhasil setiap ada kekhawatiran peningkatan jumlah lalu lintas, maka akan mengorbankan angkutan barang.

“Selama masih ada pelarangan untuk truk belum sesuai dengan harapan kami,” ujarnya, Minggu (6/12/2020).

Sementara itu, pengusaha truk yang tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta menganggap rencana pemerintah membatasi operasional truk 3 sumbu ke atas dalam rangka hari libur nasional bertepatan dengan perayaan Natal 2020 dan Tahun Baru 2021 tidak memiliki urgensi.

Wakil Ketua Aptrindo Jateng dan DIY Bambang Widjanarko menyampaikan sejak Maret 2020 saja utilisasi truk-truk anggota Aptrindo Jateng dan DIY masih belum stabil dan sering di bawah 50 persen dari keseluruhan unit yang ada imbas dari masih lesunya dunia usaha.

Menurutnya dengan jumlah truk yang ada sekarang saja, pemerintah terkesan sudah kewalahan menyediakan sarana dan prasarana jalannya, apalagi jika penindakan terhadap ODOL nantinya dilakukan secara rigid benar. 

Alhasil lama-lama akan ada pembatasan operasional ganjil-genap untuk truk di seluruh jalan nasional.

“Pemerintah ini maunya bagaimana? Kok seolah-olah tidak punya sense of crisis", katanya.

Bambang berpendapat pembatasan operasional pada hampir seluruh hari libur nasional seolah menjadi pilihan yang kerap dilakukan oleh Kementerian Perhubungan dalam beberapa tahun terakhir. 

Bambang menambahkan semestinya pemerintah mengimbau agar dalam masa pandemi ini masyarakat menunda bepergian atau berlibur dulu dan mendahulukan kinerja sektor logistik untuk menyelamatkan banyak pengusaha angkutan barang dari kebangkrutan massal.

“Mestinya yang dibatasi yang keluyuran, bikin klaster baru, bukan truk barang,”tekannya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Angkutan Barang Aptrindo Libur Akhir Tahun
Editor : Amanda Kusumawardhani

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top