Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ada Patimban dan Priok, Menhub Ingin Transhipment Tak Lagi di Luar Negeri

Kementerian Perhubungan menyatakan kesiapan infrastruktur di Pelabuhan Patimban sudah mampu mengakomodir distribusi barang dari kawasan industri ke pelabuhan
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 03 Desember 2020  |  20:22 WIB
Foto udara proyek pembangunan Pelabuhan Patimban, Kabupaten Subang, Jawa Barat, Rabu (18/11/2020). Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyatakan Pelabuhan Patimban akan menjadi pusat pertumbuhan kota metropolitan baru dalam pengembangan segitiga emas Rebana, serta diharapkan dapat menciptakan kurang lebih 4,3 juta lapangan pekerjaan baru yang terdiri dari pekerjaan dalam kawasan industri dan juga sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi Jawa Barat. ANTARA FOTO - Raisan Al Farisi
Foto udara proyek pembangunan Pelabuhan Patimban, Kabupaten Subang, Jawa Barat, Rabu (18/11/2020). Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyatakan Pelabuhan Patimban akan menjadi pusat pertumbuhan kota metropolitan baru dalam pengembangan segitiga emas Rebana, serta diharapkan dapat menciptakan kurang lebih 4,3 juta lapangan pekerjaan baru yang terdiri dari pekerjaan dalam kawasan industri dan juga sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi Jawa Barat. ANTARA FOTO - Raisan Al Farisi

Bisnis.com, JAKARTA – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menginginkan agar kolaborasi Pelabuhan Patimban dan Tanjung Priok dapat memindahkan pelabuhan transhipment di luar negeri ke Indonesia.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan Pelabuhan Patimban di Kabupaten Subang, Jawa Barat dan Tanjung Priok di Jakarta bisa berkolaborasi hingga bersaing dengan pelabuhan-pelabuhan internasional lain di negara tetangga. 

Pasalnya, negara tetangga seperi Malaysia dan Singapura kerap menjadi pelabuhan persinggahan dari dan menuju ke Indonesia.

"Tentu ini menjadi suatu hal yang penting bagi kita, mengkolaborasikan Priok dan Patimban jadi satu kekuatan, yang mungkin bisa menandingi negara-negara tetangga," ungkapnya di Pelabuhan Patimban, Kamis (3/12/2020).

Selain itu, dia juga meminta kepada para pelaku industri perkapalan nasional mengalihkan kegiatan pemindahan barang (transhipment) ke Pelabuhan Patimban dan Tanjung Priok, dari sebelumnya biasa dilakukan di luar negeri.

"Kita tidak ingin bahwa angkutan-angkutan yang ada di seluruh Indonesia ber-transhipment di negara-negara tetangga. Tetapi di Patimban atau di Priok. Ini penting," urai Menhub.

Dia menilai kesiapan infrastruktur di Pelabuhan Patimban sudah mampu mengakomodir distribusi barang dari kawasan industri ke pelabuhan. Hal ini ditunjang oleh keberadaan Jalan Tol Trans Jawa dan Bandara Kertajati di Majalengka.

Patimban terangnya, akan menghubungkan 10 kawasan industri yang ada di sekitar wilayahnya dan sudah ada infrastruktur jalan tol. "Sudah ada infrastruktur yang namanya Kertajati. Tentu kolaborasi itu menjadi penting," imbuhnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Kemenhub pelabuhan tanjung priok pelabuhan patimban
Editor : Amanda Kusumawardhani
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top