Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Produksi Kaca Melonjak Lantaran Permintaan Ekspor Sesaat

Asosiasi Kaca Lembaran dan Pengaman (AKLP) menyatakan performa produksi per November melonjak karena naiknya permintaan ekspor. Pabrikan menilai permintaan ekspor saat ini menjadi harapan pabrikan untuk menjaga utilisasi.
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto meresmikan pabrik kaca lembaran dan cermin PT Asahimas Flat Glass Tbk. di Cikampek, Jawa Barat pada Senin (18/02/2019). /WIBI
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto meresmikan pabrik kaca lembaran dan cermin PT Asahimas Flat Glass Tbk. di Cikampek, Jawa Barat pada Senin (18/02/2019). /WIBI

Bisnis.com, JAKARTA - Asosiasi Kaca Lembaran dan Pengaman (AKLP) menyatakan performa produksi per November melonjak karena naiknya permintaan ekspor. Pabrikan menilai permintaan ekspor saat ini menjadi harapan pabrikan untuk menjaga utilisasi.

Ketua Umum AKLP Yustinus Gunawan mengatakan produksi kaca lembaran per November 2020 membaik. Namun, performa tersebut dinilai tidak dijamin akan berlanjut hingga akhir tahun.

"[Pabrikan[ masih galau untuk bilang bahwa permintaan bertahan [sampai Desember 2020] karena masih spot order. Katanya ada harapan bisa order lagi. Mudah-mudahan bisa confirm secepatnya sehingga tidak perlu menurunkan volume produksi," katanya kepada Bisnis, Rabu (2/12/2020).

Adapun, peningkatan permintaan ekspor itu berasal dari Jepang. Jenis kaca lembaran yang dikirimkan ke Negeri Sakura itu memiliki kualitas yang tinggi.

Menurutnya, lonjakan permintaan tersebut merupakan strategi buyer asal Jepang untuk melakukan efisiensi secara global. "Mudah-mudahan permintaan [kaca lembaran] pulih perlahan, khususnya [permintaan] ekspor."

Di sisi lain, perbaikan performa industri kaca didorong oleh permintaan kaca pengaman otomotif yang mulai meningkat. Yustinus berharap produksi kaca pengaman dapat mencapai 702.000 unit hingga akhir tahun.

Kontribusi produksi untuk pasar ekspor pada tahun ini meningkat atau sebesar 28,06 persen dari total produksi kaca pengaman otomotif menjadi 197.000 unit. Adapun, kontribusi produksi untuk pasar global hanya mencapai 24,37 persen.

Walakin, total produksi kaca pengaman sepanjang 2020 masih lebih rendah 660.000 unit atau anjlok 48,45 persen secara tahunan. Yustinus menyampaikan sejauh ini masih belum ada kepastian bahwa volume produksi kaca pengaman otomotif akan meningkat pada 2021.

Yustinus mengusulkan agar diterbitkannya aturan pelabuhan khusus kaca lembaran impor. Dia menyarankan agar pelabuhan khusus tersebut berlokasi di Pelabuhan Dumai dan Bitung.

Yustinus mencatat alokasi produksi untuk pasar domestik masih mendominasi sekitar 65-70 persen dari total produksi. Menurutnya, kunci pemulihan utilisasi industri kaca adalah pemanfaatan aset dan pasar lokal.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Andi M. Arief
Editor : Fatkhul Maskur
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper