Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Indonesia Dipastikan Ikut Pameran Hannover Messe 2021

Meski status pandemi Covid-19 belum dicabut, Kementerian Perindustrian mulai persiapan hadir di Hannover Messe, yakni ajang eksibisi teknologi industri yang bergengsi dan terbesar di dunia.
Pekerja merakit panel listrik yang diproduksi di pabrik pintar Schneider Electric Indonesia, Cikarang, Jawa Barat, Selasa (25/6/2019). Schneider Electric meresmikan pengoperasian pabrik pintarnya di Cikarang yang menggabungkan sistem otomasi industri dan pemanfaatan energi terbarukan utuk kegiatan operasionalnya serta merupakan pabrik Engineer-to-Order Schneider Electric terbesar di Asia. /foto ANTARA
Pekerja merakit panel listrik yang diproduksi di pabrik pintar Schneider Electric Indonesia, Cikarang, Jawa Barat, Selasa (25/6/2019). Schneider Electric meresmikan pengoperasian pabrik pintarnya di Cikarang yang menggabungkan sistem otomasi industri dan pemanfaatan energi terbarukan utuk kegiatan operasionalnya serta merupakan pabrik Engineer-to-Order Schneider Electric terbesar di Asia. /foto ANTARA

Bisnis.com, JAKARTA - Meski status pandemi Covid-19 belum dicabut, Kementerian Perindustrian mulai persiapan hadir di Hannover Messe, yakni ajang eksibisi teknologi industri yang bergengsi dan terbesar di dunia.

Dody Widodo, Direktur Jenderal Ketahanan, Perwilayahan dan Akses Industri Internasional (KPAII) Kemenperin, mengatakan Hannover Messe akan diselenggarakan pada April 2021 setelah pembatalan pada tahun ini akibat pandemi Covid-19.

“Indonesia akan menjadi official partner country, sehingga harus dapat memanfaatkan kesempatan penting tersebut, utamanya untuk menampilkan wajah Indonesia di mata dunia dalam upaya transformasi ekonomi, khususnya melalui industri 4.0,” katanya dalam keterangan pers Kemenperin, Sabtu (28/11/2020).

Ia menjelaskan bahwa pada rapat terbatas beberapa waktu lalu, Presiden Joko Widodo memberikan arahan untuk melanjutkan keikutsertaan pada Hannover Messe 2021. Sebab, Indonesia akan membawa misi utama mempromosikan peta jalan Making Indonesia 4.0.

Menurutnya, Indonesia akan tetap mengusung tema tentang Making Indonesia 4.0 yang masih sangat relevan dengan tema Hannover Messe 2021, yaitu Industrial Transformation. Adapun perhelatan akbar tersebut akan mengalami perubahan secara konsep berupa penekanan isu economic recovery post pandemic dan display categories yang akan ditampilkan pada Paviliun Nasional Indonesia.

Sementara itu Indonesia akan mempertahankan logo dan tagline “Connect to Accelerate” untuk mendukung sinergi yang ingin dibentuk dalam mendukung pertumbuhan industri 4.0 di Indonesia. Bahkan, Hannover Messe akan menjadi kesempatan besar bagi Indonesia untuk mendapatkan pengalaman dalam bersaing dengan para pemain utama manufaktur dunia dalam memberikan dan menjual kemampuan teknologi industrinya.

“Tagline tersebut dapat berfungsi sebagai sebuah branding strategy yang menggambarkan ajakan dan undangan kepada semua pemangku kepentingan, baik itu pemerintah, pelaku industri, dan investor baik dari dalam maupun luar negeri untuk bersinergi mempercepat pertumbuhan industri Indonesia melalui penerapan teknologi industri 4.0,” papar Dody.

Paviliun Indonesia akan menampilkan peta jalan yang menggambarkan arah dan strategi pengembangan industri nasional di masa yang akandatang, termasuk 10 prioritas nasional dalam upaya memperkuat struktur perindustrian Indonesia.

Berikut prioritas nasional dalam upaya memperkuat struktur perindustrian.

1. Perbaikan alur aliran material
2. Desain ulang zona industri
3. Akomodasi standar sustainability
4. Pemberdayaan UMKM
5. Pembangunan infrastruktur digital nasional
6. Menarik investasi asing
7. Peningkatan kualitas SDM
8. Pembetukan ekosistem inovasi
9. Penerapan insentif investasi teknologi
10. Harmonisasi aturan dan kebijakan.

Berikutnya, Paviliun Indonesia akan memberikan ilustrasi perjalanan Making Indonesia 4.0 sekaligus menunjukkan seberapa jauh lompatan perjalanan implementasi industri 4.0 sejak peluncuran Making Indonesia 4.0 pada 2018, peresmian Indonesia Industry 4.0 Readiness Index atau INDI 4.0 (2019), dan disusul dengan programpengembangan ekosistem industri 4.0 atau SINDI 4.0 (2019).

“Paviliun Indonesia juga akan dilengkapi dengan pengenalan showcase pembangunan Pusat Inovasi Digital Indonesia (PIDI 4.0) yang diinisiasi Kemenperin,” imbuhnya. Selain itu, Smart Industrial Park Facilities sebagai bagian pengembangan industri akan turut dipromosikan bersama dengan pengembangannya memanfaatkan industri 4.0.

“Kategori produk yang akan dipamerkan pada Paviliun Indonesia terdiri dari automotion, motion & drives, digital ecosystems, energy solutions, engineered part & solutions, future hub, global business & markets, serta compressed air & vacuum,” sebutnya.

Dody menyampaikan Kemenperin mendorong para pelaku industri dalam negeri untuk dapat memanfaatkan momentum Indonesia menjadi negara mitra resmi di Hannover Messe 2021. “Kehadiran di Hannover Messe memberikan kesempatan bagi pelaku industri untuk benchmarking atas perkembangan teknologi dalam memecahkan permasalahan industri,” terangnya.

Peran dan kontribusi startup dalam pengembangan teknologi industri juga tidak dapat diabaikan. “Dukungan khusus kepada startup ditunjukkan dengan memberikan panggung kepada para startup Indonesia yang memiliki teknologi tepat guna yang bisa dimanfaatkan dan menjadi solusi tidak hanya bagi masyarakat Indonesia, tetapi juga dunia.”


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Fatkhul Maskur
Editor : Fatkhul Maskur
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper