Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

IKM OVOP Didorong Tembus Pasar Global, Begini Caranya

Kementerian Perindustrian akan memfasilitasi industri kecil menengah (IKM) peserta program One Village One Product (OVOP) untuk perbaikan desain kemasan guna mendongkrak daya saing di pasar nasional dan global.
Fatkhul Maskur
Fatkhul Maskur - Bisnis.com 27 November 2020  |  15:44 WIB
Mawarianti, perajin anyaman dari bahan keta.  - Bisnis/Eka Chandra Septarini
Mawarianti, perajin anyaman dari bahan keta. - Bisnis/Eka Chandra Septarini

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Perindustrian akan memfasilitasi industri kecil menengah (IKM) peserta program One Village One Product (OVOP) untuk perbaikan desain kemasan guna mendongkrak daya saing di pasar nasional dan global.

“Selain itu, kami akan bekali mereka tentang materi promosi dan publikasi sebagai bentuk re-branding dari produk OVOP tersebut,” kata Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kemenperin, Gati Wibawaningsih pada pembukaan Sosialisasi Program Pembinaan IKM di Sentra melalui Pendekatan OVOP Sesi III di Mataram, Jumat (27/11/2020).

Dirjen IKMA menyampaikan, pihaknya bakal memberikan pelatihan ekspor kepada pelaku IKM yang mengikuti program OVOP. “Bahkan, mereka juga difasilitasi partisipasi pada pameran berskala nasional maupun internasional serta business matching dengan buyer potensial,” tuturnya.

Menurut Gati, program pembinaan IKM di sentra melaui pendekatan OVOP berangkat dari tiga prinsip dasar, yaitu produksi lokal namun bersifat global, kemandirian dan kreativitas, serta pembangunan sumber daya manusia. Hal ini diharapkan IKM OVOP dapat mengolah potensi lokal suatu daerah menjadi produk yang dapat diterima pasar secara global.

“Jadi, pada akhirnya mendorong masyarakat menjadi mandiri dan termotivasi untuk terus meningkatkan kapasitasnya dalam menghadapi perubahan sehingga dapat mentransformasikan tantangan menjadi peluang yang dapat dimanfaatkan,” paparnya.

Anyaman merupakan salah satu komoditas yang menjadi sasaran pembinaan melalui pendekatan OVOP. Sebab, produk anyaman memberikan kontribusi signfikan bagi perekonomian nasional, yang terlihat dari capaian nilai ekspornya sebesar US$96,2 miliar pada 2015-2019. Kinerja tersebut tumbuh 6,18 persen, dengan negara tujuan utama ke Amerika Serikat, Belanda, Jerman, Inggris dan Spanyol.

Gati menyampaikan, salah satu narasumber pada acara sosialisasi IKM OVOP di Mataram, yaitu Mawar Art Shop yang memproduksi aneka produk anyaman dari tanaman ketak. “Mereka membuktikan bahwa produk yang memiliki kearifan lokal tinggi mampu bersaing di pasar global,” ungkapnya.

Japan External Trade Organization (Jetro) telah melirik Mawar Art Shop sebagai IKM binaan pada kerangka kerja sama dengan Ditjen IKMA Kemenperin. “Pada 2010, Ditjen IKMA bekerja sama dengan JETRO melakukan pembinaan IKM di tiga provinsi yang menjadi sasaran, yaitu Jawa Barat, Bali, dan Nusa Tenggara Barat. Di NTB fokus pembinaan pada komoditas tenun dan anyaman ketak, di mana Mawar Art menjadi salah satu IKM yang dibina.”

Selama menjadi binaan, Mawar Art Shop telah berpartisipasi pada pameran Tokyo Gift Show pada 2011 dan 2012. Setelahnya, Mawar Art Shop semakin percaya diri dan terus berpartisipasi pada pameran internasional lain, seperti Seoul Gift Show, Hong Kong Fashion Week, hingga Madrid Intergift.

“Hingga akhirnya mereka berhasil mendapatkan buyer tetap dan berhasil melakukan ekspor secara langsung ke Jepang, Korea dan Amerika Serikat secara tidak langsung,” imbuhnya.

Gati menambahkan, Mawar Art Shop menjadi contoh bahwa produk dengan nilai kearifan lokal yang tinggi memiliki segmen pembeli di pasar global. “Dengan tekad yang kuat, konsistensi dan kreatifitas yang tinggi, IKM OVOP dapat berbicara lebih banyak di pasar nasional dan global,” ujarnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kerajinan ovop
Editor : Fatkhul Maskur

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top