Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Distribusi Vaksin Covid-19 Dimonopoli BUMN, Cuan Swasta Minim

Asosiasi Logistik Indonesia (ALI) menyebut peluang bisnis distributor vaksin Covid-19 dari pihak swasta semakin minim usai sejumlah perusahaan BUMN mulai ikut masuk.
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 24 November 2020  |  15:55 WIB
Botol vaksin CoronaVac SARS-CoV-2 Sinovac ditampilkan di acara media di Beijing, China, pada 24 September.  - Bloomberg\r\n
Botol vaksin CoronaVac SARS-CoV-2 Sinovac ditampilkan di acara media di Beijing, China, pada 24 September. - Bloomberg\\r\\n

Bisnis.com, JAKARTA - Pengusaha logistik harus mahir bermanuver menghadapi peluang bisnis dari distribusi vaksin Covid-19 pada 2021 mendatang. Pasalnya, pengiriman vaksin sudah dimonopoli oleh BUMN, sementara persaingan sektoral kian ketat.

Ketua Umum Asosiasi Logistik Indonesia (ALI) Zaldi Ilham Masita menuturkan untuk distribusi vaksin saat ini sudah dimonopoli oleh perusahaan-perusahaan BUMN sehingga peluang perusahaan swasta masuk sangat kecil.

"Kecuali jika perusahaan swasta diajak kerja sama oleh perusahaan BUMN terkait. Selain itu, last mile delivery dengan cold chain masih sangat sedikit di Indonesia, sehingga kontribusi perusahaan kurir tidak akan terlalu besar membantu distribusi vaksin," ujarnya kepada Bisnis.com, Selasa (24/11/2020).

Dia menegaskan perusahaan jasa kurir yang dapat bekerja sama dengan perusahaan-perusahaan BUMN yang sudah ditunjuk pemerintah akan dapat mengambil peluang dari distribusi vaksin Covid-19.

Lebih lanjut, dia menuturkan secara besaran pasar logistik selama 2020 menciut, termasuk bagi jenis transaksi bisnis ke pelanggan (BtoC) dan pelanggan ke pelanggan (CtoC) karena faktor utama penurunan daya beli.

Menurutnya, dengan menciutnya pasar logistik maka persaingan antar perusahaan logistik menjadi sangat ketat seperti yang dirasakan saat ini karena setiap pemain berusaha mempertahankan bagiannya di pasar, bahkan berupaya masuk ke segmen lain di logistik.

"Kami lihat sekarang banyak pemain -pemain last mile [jasa kurir] mulai masuk ke hulu seperti pergudangan dan trucking dan mengurusi kiriman barang yang bulky [jumlah besar] yang biasanya diurus oleh perusahaan-perusahaan trucking atau freight forwarding," katanya.

Zaldi melanjutkan, persaingan ini akan sangat menarik pada 2021 karena akan melahirkan inovasi-inovasi baru yang tujuannya memberikan pengalaman pengguna yang lebih baik kepada pelanggan dengan biaya yang lebih murah.

Dalam laporan Satuan Tugas Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) mengenai status dan progres vaksin, pendistribusian paling cepat dilakukan pada kuartal II/2021.

Berdasarkan linimasa yang disusun Satgas Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), total yang didistribusikan hingga kuartal IV/2021 adalah 239 juta dosis. Vaksin yang didistribusikan adalah hasil produksi dari kerja sama antara Indonesia dan Sinovac dan buatan dalam negeri, Merah Putih.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

logistik Vaksin Covid-19
Editor : Rio Sandy Pradana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top