Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Duh! Tebing Lava Merapi Mulai Gugur, Ini Persiapan Maskapai

Maskapai nasional mulai mempersiapkan prosedur standar operasional penerbangan dalam menghadapi bencana untuk mengantisipasi erupsi Gunung Merapi.
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 23 November 2020  |  14:44 WIB
Erupsi Gunung Merapi terlihat dari Sawit, Boyolali, Jawa Tengah, Minggu (21/6/2020). Berdasarkan data pengamatan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), terjadi erupsi Gunung Merapi pada pukul 09.13 WIB dengan aplitudo 75 mm, durasi 328 detik dan tinggi kolom erupsi kurang lebih 6.000 meter dari puncak. ANTARA FOTO - Aloysius Jarot Nugroho
Erupsi Gunung Merapi terlihat dari Sawit, Boyolali, Jawa Tengah, Minggu (21/6/2020). Berdasarkan data pengamatan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), terjadi erupsi Gunung Merapi pada pukul 09.13 WIB dengan aplitudo 75 mm, durasi 328 detik dan tinggi kolom erupsi kurang lebih 6.000 meter dari puncak. ANTARA FOTO - Aloysius Jarot Nugroho

Bisnis.com, JAKARTA - Sejumlah maskapai nasional mulai melakukan persiapan operasional untuk mengantisipasi erupsi Gunung Merapi di Yogyakarta yang saat ini sudah mengalami guguran tebing lava.

Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengatakan sudah memiliki prosedur standar untuk menghadapi situasi sejenis. Prosedur tersebut akan dijalankan pada saat menghadapi kondisi erupsi Merapi, yang sudah dialami beberapa kali.

“Dalam menghadapi situasi yang sama, SOP-nya sudah ada dan tinggal dieksekusi,” ujarnya, Senin (23/11/2020).

Sementara itu Tim Corporate Communication Sriwijaya Air mengatakan saat ini fokus perusahaan masih untuk mempersiapkan operasional pesawat menjelang Natal dan Tahun Baru. Kendati demikian, perihal erupsi juga menjadi salah satu persoalan yang tetap dipantau untuk menentukan langkah antisipasi.

Menurut tim, langkah antisipasi yang dilakukan akan didasarkan pada luasnya dampak erupsi. Termasuk kemungkinan akan adanya pengalihan rute apabila memang dimungkinkan seperti saat perpindahan rute semula dari Yogyakarta International Airport (YIA) Kulon Progo yang dialihkan ke Bandara Adi Soemarmo di Solo.

Sebelumnya, Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi menyebutkan Gunung Merapi di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah mengalami guguran tebing lava lama berdasarkan pengamatan pada Minggu (22/11/2020).

Kepala BPPTKG Hanik Humaida mengatakan guguran tersebut merupakan guguran dari tebing lava pada 1954 yang berada di dinding kawah utara. Material jatuh ke dalam kawah dan hingga saat ini tidak berpengaruh pada aktivitas vulkanik Gunung Merapi.

"Guguran seperti ini merupakan kejadian yang biasa terjadi pada saat Gunung Merapi mengalami kenaikan aktivitas menjelang erupsi. Guguran ini tercatat di seismogram dengan amplitudo 75 mm dan durasi 82 detik," kata Hanik dalam siaran pers.

Setelah statusnya ditetapkan menjadi Siaga sejak 5 November 2020, hingga saat ini aktivitas kegempaan di Gunung Merapi tercatat masih cukup tinggi.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

maskapai penerbangan erupsi gunung merapi
Editor : Rio Sandy Pradana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top