Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pemerintah Tetap Hargai Kontrak Kontraktor Migas di UU Cipta Kerja

Pemerintah tetap akan menjaga kontrak, khususnya kontraktor kontrak kerja sama tetap berdasarkan skema kontrak bagi hasil.
Muhammad Ridwan
Muhammad Ridwan - Bisnis.com 19 November 2020  |  21:32 WIB
Kegiatan pengeboran migas. - Bisnis
Kegiatan pengeboran migas. - Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA — Pemerintah menyatakan tetap akan menghargai kontrak bagi hasil yang telah disepakati dengan kontraktor-kontraktor hulu migas.

Sekretaris Jenderal Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Ego Syahrial menyampaikan hal tersebut menyusul terbit Undang-Undang Omnibus Law Cipta Kerja.

Adapun, perubahan yang paling menarik perhatian oleh industri hulu migas dalam UU 11 Tahun 2020 atau Omnibus Law Cipta Kerja adalah terjadinya perubahan dalam UU 22 Tahun 2001 Pasal 5.

Dalam Pasal 5 ayat 1 disebutkan bahwa kegiatan usaha minyak dan gas bumi dilaksanakan berdasarkan perizinan berusaha dari pemerintah pusat.

Ego menegaskan bahwa pemerintah tetap akan menjaga kontrak, khususnya kontraktor kontrak kerja sama tetap berdasarkan skema kontrak bagi hasil.

"Basically pemerintah akan hargai kontrak dan akan lindungi investor meskipun terminologi gunakan izin," ujarnya dalam webinar yang digelar pada Kamis (19/11/2020).

Sementara itu, revisi UU Migas yang masih belum masuk ke dalam daftar program legislasi nasional (Prolegnas) RUU prioritas 2021.

Menurut Ego, pada tahun depan DPR baru akan me-review. Kementerian ESDM melalui Ditjen Migas sudah membuat diskusi dengan asosiasi, SKK Migas, dan investor terkait dengan isu yang akan diperhatikan dalam RUU Migas.

"Kami harus bicarakan dengan parlemen untuk RUU Migas tahun depan," ungkapnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kontrak migas kontraktor kontrak kerja sama (kkks)
Editor : Zufrizal
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top