Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Volume Penumpang KRL Sepanjang November Tertinggi Selama Pandemi

VP Corporate Communications PT Kereta Commuter Indonesia Anne Purba mengatakan data perusahaan pada  Senin 11 November 2020 menunjukkan bahwa pergerakan pengguna terpusat pada rentang waktu 07.00 WIB dan 08.00 WIB. Tercatat lebih dari 72.000 orang menggunakan KRL pada 2 jam itu. 
Yudi Supriyanto
Yudi Supriyanto - Bisnis.com 14 November 2020  |  14:27 WIB
Sejumlah calon penumpang KRL Commuter Line memasuki gerbang tiket elektronik di Stasiun Bogor, Jawa Barat, Senin (14/9/2020). Hari pertama penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Total di wilayah Jakarta, suasana penumpang KRL Commuter Line di Stasiun Bogor terlihat lengang serta kapasitas pengguna hanya 50 persen dengan membatasi setiap gerbongnya hanya dapat diisi 74 penumpang. ANTARA FOTO - Arif Firmansyah
Sejumlah calon penumpang KRL Commuter Line memasuki gerbang tiket elektronik di Stasiun Bogor, Jawa Barat, Senin (14/9/2020). Hari pertama penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Total di wilayah Jakarta, suasana penumpang KRL Commuter Line di Stasiun Bogor terlihat lengang serta kapasitas pengguna hanya 50 persen dengan membatasi setiap gerbongnya hanya dapat diisi 74 penumpang. ANTARA FOTO - Arif Firmansyah

Bisnis.com, JAKARTA - Volume pengguna KRL menyentuh 400.000 orang sepanjang November 2020 pada hari kerja, yang tertinggi selama pandemi Covid-19 atau sejak Maret 2020.

Pergerakan orang pada November ini masih terfokus pada waktu - waktu sibuk. 

VP Corporate Communications PT Kereta Commuter Indonesia Anne Purba mengatakan data perusahaan pada  Senin 11 November 2020 menunjukkan bahwa pergerakan pengguna terpusat pada rentang waktu 07.00 WIB dan 08.00 WIB. Tercatat lebih dari 72.000 orang menggunakan KRL pada 2 jam itu. 

Sementara di sore hari, mobilitas pengguna terkonsentrasi pada pukul 18:00 WIB dengan jumlah lebih dari 40.000 pengguna dalam kurun waktu satu jam. 

"Pada November ini, pergerakan para pengguna masih terfokus pada jam-jam sibuk," katanya dalam siaran pers Sabtu (14/11/2020).

Perusahaan mengajak masyarakat yang kembali beraktivitas menggunakan KRL untuk memanfaatkan fleksibilitas jadwal dengan bepergian di luar jam-jam sibuk tersebut guna menghindari kepadatan pada waktu sibuk.

Kemudian, lanjutnya pihaknya berharap berbagai pihak melanjutkan metode pengaturan jam kerja sesuai shift agar mobilitas para pekerja dapat terbagi dalam rentang waktu yang bebeda-beda.

"Jam kerja bertahap atau sesuai shift juga lebih dimungkinkan dengan operasional KRL yang telah kembali normal," katanya. 

Untuk menghindari kepadatan di stasiun-stasiun pada waktu sibuk, pengguna juga dapat melihat informasi kondisi antrean di stasiun melalui aplikasi KRL Access yang tersedia untuk penguna ponsel Android maupun iOs. 

Selain itu pada aplikasi ini pengguna juga dapat melihat posisi terkini kereta yang hendak dinaiki, jadwal kereta, dan sejumlah informasi terkait lainnya.

Perusahaan juga mengingatkan kembali bahwa seluruh protokol kesehatan dan aturan tambahan dalam menggunakan KRL tetap berlaku. 

Aturan-aturan tambahan ini yaitu bagi orang lanjut usia atau berusia 60 tahun ke atas, tiap harinya hanya dapat menggunakan KRL di luar jam sibuk yaitu pukul 10:00 hingga 14:00 WIB.

Para pengguna yang membawa barang sesuai ketentuan namun ukurannya dapat mengganggu penerapan jaga jarak aman di KRL juga hanya dapat naik di luar jam sibuk. 

Sedangkan anak balita untuk sementara masih dilarang untuk naik KRL. Protokol kesehatan 3M juga senantiasa wajib dijalankan oleh para pengguna maupun petugas kami di stasiun maupun di dalam KRL. "Aturan ini penting untuk selalu diikuti demi kesehatan bersama," katanya. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

krl penumpang kereta kereta commuter line
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top