Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Eks Kepala Bappenas Heran! Royalti Hilirisasi Batu Bara 0 Persen di UU Ciptaker

Persepsi mengenai batu bara sebagai komoditas unggulan dan penyumbang produk domestik bruto (PDB) harus diubah.
Jaffry Prabu Prakoso
Jaffry Prabu Prakoso - Bisnis.com 14 November 2020  |  07:47 WIB
Kegiatan operasional pertambangan anggota MIND ID. - mind.id
Kegiatan operasional pertambangan anggota MIND ID. - mind.id

Bisnis.com, JAKARTA - Eks Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas), Andrinof Chaniago mengatakan bahwa Undang-Undang Cipta Kerja berdampak positif untuk Indonesia. Akan tetapi masih ada kekurangan yang menjadi fokus perhatiannya.

Yang menurut Andrinof bermasalah dengan regulasi itu adalah kebijakan terkait hilirisasi batu bara. Baginya, ini sebuah kecolongan

“Ini kan gila. Melanggar regulasi,” katanya melalui diskusi virtual, Jumat (13/11/2020).

Andrinof menjelaskan bahwa pemerintah telah melupakan isi Undang-Undang Dasar 1945 tentang tanah, air, dan kekayaan di dalamnya adalah milik negara.

“Ini ada kekuatan yang kuat. Tapi kita lihat ke belakang, ini tejadi sejak 2006 saat ekspor sawit jadi kebanggaan terbesar. Batu bara juga jadi kebanggan kita walaupun kita bukan pemilik cadangan 10 besar,” jelasnya.

Persepsi mengenai batu bara sebagai komoditas unggulan dan penyumbang produk domestik bruto (PDB) harus diubah. Apalagi saat ini banyak negara fokus pada energi baru terbarukan.

Regulasi terkait insentif 0 persen tersebut tertuang pada pasal 128A UU Cipta Kerja. Di situ tertulis pelaku usaha yang melakukan peningkatan nilai tambah batubara dapat diberikan perlakuan tertentu terhadap kewajiban penerimaan negara.

Perlakuan tersebut adalah kegiatan peningkatan nilai tambah batu bara dapat pengenaan royalti sebesar 0 persen.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

batu bara penghiliran industri Omnibus Law cipta kerja
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top