Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

IIF Optimistis Pembiayaan Infrastruktur Tetap Prospektif

Menurut IIF, infrastruktur merupakan salah satu sektor yang memiliki dampak jangka panjang, sehingga tidak akan terganggu meski terjadi krisis karena pandemi ini.
Maria Elena
Maria Elena - Bisnis.com 13 November 2020  |  16:43 WIB
President Director Indonesia Infrastructure Finance Reynaldi Hermansjah saat berkunjung ke Bisnis Indonesia, Jumat (13/11/2020) - Bisnis
President Director Indonesia Infrastructure Finance Reynaldi Hermansjah saat berkunjung ke Bisnis Indonesia, Jumat (13/11/2020) - Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA - Industri pembiayaan pada sektor infrastruktur diyakini tetap prospektif meski ekonomi mengalami pukulan yang sangat berat akibat pandemi Covid-19.

Presiden Direktur PT Indonesia Infrastructure Finance (IIF) Reynaldi Hermansjah mengatakan infrastruktur merupakan salah satu sektor yang memiliki dampak jangka panjang, sehingga tidak akan terganggu meski terjadi krisis karena pandemi ini.

"[Peluang] infrastruktur masih sangat besar, kemudian infrastruktur itu jangka panjang. This is a marathon game, terlepas ada pandemi yang kita belum tahu kapan selesainya," katanya saat berkunjung ke Bisnis, Jumat (13/11/2020).

Reynaldi menyampaikan, pandemi Covid-19 memang memukul banyak sektor ekonomi, tidak terkecuali sektor infrastruktur. Namun, penurunan kinerja di sektor infrastruktur menurutnya bukan karena bisnis itu sendiri, melainkan situasi pandemi yang memaksa mobilitas orang-orang terhenti.

Hal ini kemudian berdampak kepada traffic di sektor infrastruktur, misalnya jalan tol, yang pada akhirnya mengganggu arus kas perusahaan.

Namun demikian, kata Reynaldi, pada kuartal ketiga tahun ini, mulai terlihat ada perbaikan ekonomi. "Kita berharap pemulihan ekonomi sudah mulai terlihat, traffic di jalan tol sudah mulai ada pergerakan, tahap awal kita lihat sudah ada," jelasnya.

Adapun tahun ini, perseroan menargetkan penyaluran pembiayaan ke sektor infrastruktur dapat mencapai Rp12 triliun.

Kata Reynaldi, dari total outstanding tersebut, sektor jalan tol, telekomunikasi, dan energi terbarukan menjadi fokus utama perseroan.

Di samping ketiga sektor ini, IFF juga berencana memperluas sektor yang dibiayai, terutama pada sektor infrastruktur yang bersifat sosial, misalnya rumah sakit dan pembangunan di sektor pendidikan.

Sebagai informasi, IIF didirikan pada 2010 atas prakarsa dan inisiatif Kementerian Keuangan bersama Bank Dunia, Bank Pembangunan Asia, dan lembaga multilateral lainnya.

Pemegang saham IIF terdiri atas PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) (30 persen), ADB (19,99 persen), International Finance Corporation (19,99 persen), KfW (15,12 persen), dan Sumitomo Mitsui Banking Corp. (14,90 persen).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pembiayaan infrastruktur Indonesia Infrastructure Finance
Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top