Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Sri Mulyani Cadangkan Rp15 Triliun dari PEN untuk Pengelolaan Dana Abadi

Sri Mulyani cadangkan Rp15 triliun untuk sovereign wealth fund atau SWF yang ada di Undang-Undang Cipta Kerja. Pencadangan ini ditarik dari PEN. Sayangnya, aturan turunan soal LPI belum juga muncul.
Jaffry Prabu Prakoso
Jaffry Prabu Prakoso - Bisnis.com 12 November 2020  |  12:22 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani menjawab pertanyaan wartawan usai melakukan pelaporan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan di Kantor DJP, Jakarta, Selasa (10/3/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Menteri Keuangan Sri Mulyani menjawab pertanyaan wartawan usai melakukan pelaporan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan di Kantor DJP, Jakarta, Selasa (10/3/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah tengah mengatur aturan turunan dari sovereign wealth fund atau lembaga pengelola investasi (LPI) setelah memiliki landasan hukum di Omnibus Law Cipta Kerja.

Meski belum terbit, dananya sudah disiapkan dari program pemulihan ekonomi nasional (PEN).

Menteri Keuangan, Sri Mulyani mengatakan bahwa kucuran untuk LPI masuk dalam kelompok pembiayaan investasi. Total yang disiapkan untuk sektor tersebut pada PEN sebesar Rp62,22 triliun.

“Kita cadangkan Rp15 triliun untuk sovereign wealth fund atau SWF yang ada di Undang-Undang Cipta Kerja. Sehingga bisa dilakukan aktivasi dari SWF atau yang disebut Presiden nusantara invesment authority,” katanya saat rapat kerja dengan DPR, Kamis (12/11/2020).

Apabila dirinci dari total Rp62,22 triliun, dana tersebut dikucurkan untuk penyertaan modal negara (PMN) Badan Usaha Milik Negara sebesar Rp24,07 triliun. Lalu investasi kepada BUMN Rp19,65 triliun.

Terakhir penjaminan kredit korporasi Rp3,5 triliun. Pagu tersebut terdiri atas belanja imbal jasa penjaminan (IJP) dengan potensi realisasi Rp1,5 triliun dan stop loss penjaminan Rp2 triliun.

Sri menjelaskan bahwa hingga pekan ini, realisasi pembiayaan korporasi baru mencapai 3,2 persen atau Rp2 triliun.

Penjaminan korporasi sudah terealisasi melalui pembayaran IJP Rp945 juta dan dana cadangan claim loss limit Rp2 triliun.

Sedangkan realisasi PMN direncanakan pada minggu pertama November hingga minggu kedua Desember.

“Proyeksi pencairan pinjaman PT KAI dan Perumnas pada minggu ketiga November. Proyeksi pencairan pinjaman PT Garuda Indonesia, PT Krakatau Steel, dan PTPN pada minggu ketiga November,” jelasnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sri mulyani sovereign wealth fund Pemulihan Ekonomi Nasional
Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top