Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Gubernur BI Prediksi 5 Tahun Lagi Ekonomi Bisa 6 Persen

Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo mengatakan bahwa saat ini pihaknya tetap optimistis bahwa tren ekonomi Indonesia saat ini ada di dalam tren yang cukup baik.
Jaffry Prabu Prakoso
Jaffry Prabu Prakoso - Bisnis.com 11 November 2020  |  18:16 WIB
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo memberikan keterangan melalui streaming di Jakarta, Rabu (18/8 - 2020), Dok. Bank Indonesia
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo memberikan keterangan melalui streaming di Jakarta, Rabu (18/8 - 2020), Dok. Bank Indonesia

Bisnis.com, JAKARTA - Laju produk domestik bruto (PDB) Indonesia pada kuartal III/2020 minus 3,49 persen secara tahunan, tumbuh sebesar 5 persen secara kuartalan. Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo mengatakan bahwa saat ini pihaknya tetap optimistis bahwa tren ekonomi Indonesia saat ini ada di dalam tren yang cukup baik.

“Kenapa optimistis, bagaimanapun ekonomi kita membaik pada kuartal III/2020 dan kuartal IV/2020 akan positif. Tahun depan 5 persen. Lima tahun ke depan mengarah ke 6 persen,” katanya melalui diskusi virtual, Rabu (11/11/2020).

Perry menjelaskan bahwa Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta Kementerian Keuangan terus berkoordinasi mendukung perekonomian Indonesia. Sementara itu, lembaganya juga telah mengeluarkan kebijakan untuk menjaga stabilitas dan mendorong perekonomian nasional.

“Kita sudah turunkan suku bunga, kita juga stabilkan nilai tukar, koordinasi juga dengan Menteri Keuangan untuk pembiayaan fiskal, serta pendalaman pasar keuangan dan digital,” jelasnya.

Sementara itu, dari struktur penopang pertumbuhan kuartal III, hanya konsumsi pemerintah yang berada di jalur positif, yaitu 9,76 persen secara tahunan. Adapun, konsumsi rumah tangga minus 4,04 persen, investasi 6,48 persen, ekspor minus 10,82 persen, impor minus 21,86 persen, dan konsumsi lembaga nonprofit rumah tangga (LPNRT) minus 2,21 persen.

Dari seluruh kelompok tersebut, konsumsi rumah tangga dan investasi berkontribusi 88,43 PDB. Jatuhnya dua faksi tersebut menjadi faktor utama ekonomi Indonesia lesu. Dilihat dari sumber pertumbuhan yaitu minus 3,49 persen, konsumsi rumah tangga menyumbang minus 2,17 persen dan investasi minus 2,11 persen.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Pertumbuhan Ekonomi sri mulyani perry warjiyo konsumsi rumah tangga
Editor : Ropesta Sitorus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top