Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ini Alasan AP II Ngotot Kembangkan EBT di 3 Bandara

Angkasa Pura II menjelaskan alasan utama mereka mengembangkan kajian energi baru dan terbarukan (EBT) di tiga bandara yang dikelola.
Rio Sandy Pradana
Rio Sandy Pradana - Bisnis.com 05 November 2020  |  06:31 WIB
Petugas memeriksa suhu tubuh penumpang yang akan masuk di Terminal IA Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Selasa (17/3/2020). PT Angkasa Pura II (Persero) memprediksi jumlah penumpang pada kuartal I/2020 bisa berkurang sebesar 218.000 orang atau sekitar 1 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu akibat wabah virus corona (COVID-19) yang menyebabkan aktivitas penerbangan domestik dan internasional berkurang. Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Petugas memeriksa suhu tubuh penumpang yang akan masuk di Terminal IA Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Selasa (17/3/2020). PT Angkasa Pura II (Persero) memprediksi jumlah penumpang pada kuartal I/2020 bisa berkurang sebesar 218.000 orang atau sekitar 1 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu akibat wabah virus corona (COVID-19) yang menyebabkan aktivitas penerbangan domestik dan internasional berkurang. Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA - PT Angkasa Pura II (Persero) atau AP II membeberkan alasan utama pemilihan tiga bandara sebagai proyek pengembangan energi baru dan terbarukan (EBT) berupa pembangkit listrik tenaga surya (PLTS).

Direktur Utama AP II Muhammad Awaluddin mengatakan kajian teknis sudah disiapkan untuk implementasi EBT di tiga bandara yakni Bandara Soekarno-Hatta di Tangerang, Bandara Kualanamu di Deli Serdang, dan Bandara Banyuwangi. Kajian teknis diharapkan sudah usai pada akhir tahun ini.

"Bandara Soekarno-Hatta adalah bandara terbesar, kemudian Kualanamu adalah kedua terbesar, sementara Banyuwangi merupakan bandara yang pembangunannya sudah mengarah ke konsep green airport,” kata Awaluddin, Kamis (5/11/2020).

AP II diketahui telah menandatangani nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) tentang Kajian Potensi Pembangkit Listrik Tenaga Surya dengan PT Len Industri.

Dia menambahkan tujuan penggunaan EBT di bandara yang dikelola AP II adalah melengkapi sumber listrik dari PLN, meminimalkan biaya konsumsi listrik, dan menerapkan konsep green airport. Misalnya di Bandara Soekarno-Hatta, penggunaan EBT sebesar 10 persen dari kebutuhan saja itu sudah sebesar 6,5 megawatt. Itu sudah termasuk cukup besar untuk penggunaan EBT.

Di tempat yang sama, Direktur Konservasi Energi Ditjen Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Hariyanto mengatakan kementerian akan melakukan kajian mengenai pengembangan EBT di Bandara Banyuwangi.

“Kajian teknis nanti bisa disinergikan. Kami akan mengawali [kajian teknis] di Bandara Banyuwangi, dengan melihat workprofile,” jelas Hariyanto.

Sementara itu, di kawasan Bandara Soekarno-Hatta saat ini sudah terpasang PLTS tepatnya di gedung Airport Operation Control Center (AOCC). Sebanyak 720 solar panel system dengan photovoltaics berkapasitas maksimal 241 kilo watt per peak (kWp) dipasang di atap gedung guna mengaliri listrik ke peralatan-peralatan canggih di AOCC.

AOCC sendiri memiliki peran sangat vital dalam menjamin kelancaran operasional di Bandara Soekarno-Hatta.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

energi terbarukan angkasa pura ii
Editor : Rio Sandy Pradana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top