Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

SKK Migas Optimistis Produksi Blok Rokan Tidak Turun

Dengan investasi US$154 juta yang dikucurkan Chevron untuk mengebor Blok Rokan, diharapkan akan ada sebanyak 100 sumur—200 sumur yang bisa dibor.
Muhammad Ridwan
Muhammad Ridwan - Bisnis.com 05 November 2020  |  19:29 WIB
Pengeboran minyak lepas pantai. Bloomberg
Pengeboran minyak lepas pantai. Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA — Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi optismistis laju penurunan produksi di Blok Rokan bisa ditahan selama masa transisi.

Deputi Perencanaan SKK Migas Jaffee Suardin mengatakan bahwa kondisi penurunan produksi di Blok Rokan karena tidak adanya kegiatan pengeboran oleh PT Chevron Pacific Indonesia (CPI). Namun, selama masa transisi pihak Chevron telah bersepakat untuk mengebor untuk menahan laju penurunan produksi.

"Kami optimistis. Kan yang terakhir kemarin sampai sekarang tidak ada drilling. Memang ini tidak mudah, kita harus menyiapkan jumlah rig yang cukup, jumlah sumur yang cukup juga," katanya dalam webinar New Paradigm for More Oil and Gas Production, Kamis (5/11/2020).

Dia menjelaskan bahwa dengan investasi US$154 juta yang dikucurkan Chevron untuk mengebor Blok Rokan, diharapkan akan ada sebanyak 100 sumur—200 sumur yang bisa dibor.

SKK Migas dan CPI telah menyepakati head of agreement (HoA) pada 28 September 2020 untuk investasi di masa transisi wilayah kerja (WK) Rokan. CPI akan tetap berinvestasi pada 2020—2021.

Adapun, investasi tersebut merupakan upaya untuk penambahan produksi di WK Rokan selama masa transisi sebelum dialih kelola PT Pertamina (Persero) pada Agustus 2021.

CPI akan mengucurkan investasi senilai US$154 juta sampai dengan Juli 2020 untuk kegiatan pengeboran. Pada 2020, CPI akan mengebor 11 sumur dengan perkiraan investasi US$11 juta untuk penambahan produksi sebesar 500 barel minyak per hari.

Sementara itu, pada 2021, CPI akan mengebor 107 sumur dengan estimasi investasi US$143 juta untuk menambah produksi sebesar 5.000 barel minyak per hari.

"Itu di luar sumjur yang akan di-drill Pertamina mulai 9 Agustus memulai mengoperasikan dan akan nge-drill juga. Jadi, penambahan sumurnya cukup signifikan. Jadi, kami cukup optimistis," ungkapnya.

Sementara itu, Direktur Utama Pertamina Hulu Energi atau subholding hulu Pertamina Budiman Parhusip mengatakan bahwa setelah proses alih kelola selesai pada 9 Agustus 2021, pihaknya segera memulai pengeboran sumur.

Pada 2022, pengeboran sumur di Blok Rokan akan ditingkatkan dan menargetkan bisa menaikkan tingkat produksi pada tahun-tahun berikutinya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

skk migas produksi migas
Editor : Zufrizal
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top