Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Apa Kabar Pengembangan Tambang Bawah Tanah Freeport?

Kegiatan peningkatan produksi penambangan bawah tanah Grasberg Block Cave dan DMLZ sedikit tersendat karena situasi pandemi Covid-19.
Denis Riantiza Meilanova
Denis Riantiza Meilanova - Bisnis.com 26 Oktober 2020  |  02:11 WIB
Deretan bus pengangkut karyawan PT Freeport Indonesia di Terminal Gorong-Gorong di Timika, Kabupaten Mimika, Papua. - Reuters/Muhammad Yamin
Deretan bus pengangkut karyawan PT Freeport Indonesia di Terminal Gorong-Gorong di Timika, Kabupaten Mimika, Papua. - Reuters/Muhammad Yamin

Bisnis.com, JAKARTA — Rerata produksi harian bijih tambang bawah tanah PT Freeport Indonesia (PTFI) pada kuartal III/2020 meningkat 9 persen dibandingkan dengan kuartal kedua tahun ini. 

Berdasarkan laporan keuangan dan operasi kuartal III/2020  Freeport-McMoRan Inc., rerata produksi bijih di tambang bawah tanah Grasberg Block Cave dan  Deep Mill Level Zone (DMLZ) mencapai 60.000 ton bijih per hari sepanjang kuartal ketiga tahun ini.  Realisasi ini di atas 9 persen dari realisasi pada kuartal II/2020 , tetapi sekitar 15 persen di bawah proyeksi Juli 2020.

President & CEO Freeport-McMoRan Richard C. Adkerson mengatakan bahwa kegiatan peningkatan produksi penambangan bawah tanah Grasberg Block Cave dan DMLZ sedikit tersendat karena situasi pandemi Covid-19.  Pekerjaan sempat terhenti sementara karena isu tenaga kerja dan pemeliharaan material yang tak terjadwal.

"Kami mengalami gangguan karena Covid, terkait tenaga kerja, yang harus kami tangani. Kami menghentikan operasi selama 4 atau 5 hari pekan ini, sekelompok pekerja asli setempat ingin dapat kembali ke dataran rendah di mana keluarga mereka tinggal.  Kami telah membatasi perjalanan. Kami harus menegosiasikan resolusi dengan itu," ujar Richard dalam conference call, Jumat (23/10/2020).

Meski demikian, dia memastikan kegiatan ramp up tambang bawah tanah masih berjalan sesuai dengan rencana. 

Pada akhir September 2020, gabungan rerata produksi dari Grasberg Block Cave dan DMLZ total mencapai sekitar 94.000 metrik ton bijih per hari. 

"Pada akhir kuartal, tingkat penambangan di Grasberg Block Cave dan DMLZ telah mencapai tingkat yang ditargetkan. Kami terus menargetkan produksi logam mendekati 90 persen dari target ramp up pada pertengahan tahun depan, pertengahan tahun 2021," katanya.

Sepanjang kuartal ketiga tahun ini, Freeport Indonesia menambah total 55 drawbell baru di tambang bawah tanah sehingga total drawbell yang dibuka sampai saat ini mencapai 300 unit.  Drawbell baru akan terus ditambah untuk meningkatkan produksi.

Freeport Indonesia menargetkan produksi tembaga dan emas pada 2021 dapat meningkat dua kali lipat dibandingkan tahun ini. Produksi tembaga tahun depan ditargetkan dapat mencapai 1,4 miliar pound, sedangkan emas mencapai 1,4 juta ounce.

Keberhasilan pengembangan tambang bawah tanah, nantinya diharapkan rerata produksi tahunan Freeport Indonesia untuk beberapa tahun ke depan dapat mencapai 1,55 miliar pound tembaga dan 1,6 juta ounce emas.

Adapun, sepanjang tahun ini perusahaan telah beralih sepenuhnya pada kegiatan produksi tambang bawah tanahnya seiring berhentinya operasi tambang terbuka tahun lalu.

Modal tahunan Freeport Indonesia untuk proyek pengembangan bawah tanah ini diperkirakan mencapai sekitar US$900 juta per tahun untuk periode 2020 hingga 2022.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pertambangan Freeport
Editor : Zufrizal
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top