Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Survei BUMN : Imunitas UMKM Online Lebih Panjang 3 Bulan

Mandiri Institute dan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) merilis hasil survei yang menyatakan bahwa UMKM yang lebih dahulu masuk ke ranah online lebih kuat terutama dalam masa sulit seperti krisis akibat Pandemi Covid-19 saat ini.
Ipak Ayu H Nurcaya
Ipak Ayu H Nurcaya - Bisnis.com 23 Oktober 2020  |  17:40 WIB
Perubahan yang paling terlihat adalah kegiatan usaha atau bisnis. Pemasaran dan penjualan yang biasanya dilakukan secara konvensional saat ini dilakukan melalui berbagai saluran digital, seperti media sosial dan aplikasi belanja online.  - IM2
Perubahan yang paling terlihat adalah kegiatan usaha atau bisnis. Pemasaran dan penjualan yang biasanya dilakukan secara konvensional saat ini dilakukan melalui berbagai saluran digital, seperti media sosial dan aplikasi belanja online. - IM2

Bisnis.com, JAKARTA — Mandiri Institute dan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) merilis hasil survei yang menyatakan bahwa UMKM yang lebih dahulu masuk ranah online lebih kuat terutama dalam masa sulit seperti krisis akibat Pandemi Covid-19 saat ini.

Menurut survei tersebut, UMKM online memiliki daya tahan lebih dari tiga bulan dibandingkan dengan UMKM offline. Adapun secara omset UMKM Online cenderung lebih stabil dimana hanya 6,6 persen UMKM yang mengalami penurunan omzet akibat Covid-19 sedangkan UMKM offline sebanyak 70 persenya mengalami penurunan omzet lebih dari 50 persen.

Hasil riset tersebut juga memperlihatkan bahwa sebanyak 70 persen UMKM offline mengajukan restrukturisasi kredit dibandingkan dengan UMKM online yang hanya di angka 43 persen.

Staf Ahli Bidang Keuangan dan Pengembangan UMKM Kementerian BUMN Loto Srianaita Ginting mengatakan kemampuan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) dalam beradaptasi dan berinovasi merupakan faktor terpenting yang harus dimiliki jika mereka ingin naik kelas.

"Pada saat ini UMKM di Indonesia harus bisa untuk terus melakukan inovasi produk baru, inovasi proses penjualan, inovasi penjualan dari offline ke online hingga inovasi dalam hal manajemen," katanya melalui siaran pers, Jumat (23/10/2020).

Loto menyebut Kementerian BUMN selaku salah satu pemangku kepentingan dalam pengembangan UMKM sudah melakukan beberapa langkah strategis untuk membantu UMKM di Indonesia, mulai dari pembangunan hub digital untuk UMKM hingga bantuan literasi dan kredit untuk UMKM yang bekerjasama dengan instansi BUMN seperti BRI.

Kementerian BUMN juga membangun PaDI UMKM, yaitu sebuah hub pasar digital UMKM di mana para pelaku UMKM bisa memasarkan produknya melalui kanal PaDI. Kementerian juga menyediakan pengembangan digital kepada UMKM melalui Rumah BUMN sebanyak 244 unit di seluruh Indonesia, lalu penyediaan digital kredit UMKM, hingga pembangunan Mall Digital bersama BRI.

Menurut Loto, selama ini UMKM di Indonesia masih terjebak dalam permasalahan yang sama dan masih belum bisa tertangani secara menyeluruh. Menurutnya, permasalahan tersebut diperparah oleh kondisi pandemi Covid-19.

"Masalah UMKM di Indonesia yang membuat UMKM ketinggalan dari usaha besar yaitu karena modal yang terbatas, kesediaan bahan baku, distribusi dan pemasaran, perizinan dan adminstrasi, lalu pengelolaan keuangan yang masih konvensional, serta keterbatasan dalam berinovasi yang kini semakin berat karena kondisi pandemi," ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

umkm belanja online
Editor : Fatkhul Maskur
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top