Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

UMKM Didorong Adaptasi di Masa Pandemi, Go Digital!

Salah satu cara adaptasi yang dapat dilakukan adalah dengan mengoptimalkan teknologi digital.
Dewi Andriani
Dewi Andriani - Bisnis.com 08 September 2020  |  07:48 WIB
Pekerja memotret produk sepatu Prospero yang akan dipasarkan melalui platform digital di Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Jumat (3/7/2020). Menurut data Kementerian Komunikasi dan Informatika, sebanyak 9,4 juta UMKM sudah menggunakan atau memasarkan produknya melalui pasar e-commerce dan mendapatkan manfaat penggunaan teknologi digital untuk transaksi lintas batas. - ANTARA FOTO/Adeng Bustomi
Pekerja memotret produk sepatu Prospero yang akan dipasarkan melalui platform digital di Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Jumat (3/7/2020). Menurut data Kementerian Komunikasi dan Informatika, sebanyak 9,4 juta UMKM sudah menggunakan atau memasarkan produknya melalui pasar e-commerce dan mendapatkan manfaat penggunaan teknologi digital untuk transaksi lintas batas. - ANTARA FOTO/Adeng Bustomi

Bisnis.com, JAKARTA -- Pelaku usaha kecil dan menengah harus segera dapat beradaptasi di masa pandemi Covid-19 ini agar usaha yang dijalankan dapat terus tumbuh dan bertahan. Salah satu caranya adalah dengan mengoptimalkan teknologi digital.'

Berdasarkan data dari Kementerian Koperasi dan UMKM, hingga saat ini dari total 64 juta pelaku UMKM, baru sekitar 8 juta atau 13% yang sudah terhubungan dengan dunia digital. Padahal, transaksi di dunia digital terus meningkat, terutama di masa pandemi ini, ketika pergerakan masyarakat mulai dibatasi.

Dari data McKinsey yang disampaikan oleh Menteri Koperasi dan UMKM Teten Masduki, sejak awal pandemi hingga Juni 2020 telah terjadi kenaikan penjualan melalui platform dagang-el sebesar 26% sehingga total transaksi mencapai 3,1 juta per hari.

Angka ini menunjukkan peluang yang besar bagi jutaan UMKM di Indonesia untuk memperluas jangkauan melalui digitalisasi. Namun, untuk mendukung percepatan transformasi digital para pelaku UMKM, dibutuhkan peran serta dari berbagai pihak, tidak cukup hanya pemerintah sendiri tetapi juga perlu dukungan dari pihak swasta.

“Ketika UMKM masuk ke pasar atau ekosistem digital, tidak cukup mereka hanya hadir dan bertahan tetapi harus mampu menjadi kompetitif, baik di pasar lokal maupun pasar global,” ujar Menteri Koperasi dan UMKM Teten Masduki.

Sebab, salah satu permasalahan yang juga kerap dihadapi oleh UMKM adalah keberlangsungan usaha mereka di ranah digital. Hal ini perlu mendapatkan perhatian karena yang dibutuhkan UMKM tidak hanya edukasi, kurasi dan inkubasi saja, tetapi juga perlu untuk bisa on-boarding di platform digital.

Untuk itulah, Kementerian Koperasi dan UMKM menggandeng sejumlah platform digital mulai dari Gojek, Grab, Tokopedia, Bukalapak, Shopee, Blibli, dan Lazada sehingga program yang dijalankan dapat terintegrasi dengan ekosistem digital agar hasilnya lebih terukur.

“Ketika terhubung dengan platform digital, maka UMKM akan memiliki akses pasar yang lebih luas. Dan saat sudah on-boarding di platform digital, maka UMKM harus lebih produktif dan dapat lebih berkembang baik dari produk, akses pasar, hingga akses pembiayaan,” ujarnya.

Teten berharap dengan adanya kerjasama tersebut jumlah pelaku UMKM yang masuk ke pasar digital bias bertambah 2 juta sehingga pada akhir 2020 jumlahnya meningkat dari 8 juta menjadi 10 juta pelaku UMKM yang go digital.

Salah satu platform digital yang menyatakan komitmen bekerjasama dengan Kementerian Koperasi dan UMKM dalam mendukung perluasan digitalisasi bagi para pelaku UMKM adalah Grab Indonesia.

Kemitraan ini merupakan lanjutan dari program #TerusUsaha sebagai komitmen Grab untuk memanfaatkan teknologi dan informasi yang dimiliki, guna memberi pelatihan dan pembinaan berbasis digital kepada UMKM Indonesia, agar terus berkembang dan bersaing di ekosistem ekonomi digital Indonesia yang juga terus bertumbuh.

Teten Masduki berharap melalui kolaborasi ini dapat mewujudkan sinergi untuk mengembangkan sumber daya ekonomi bangsa dan menjangkau lebih dari 400.000 UMKM pada akhir 2020 atau sekitar 20% dari target penambahan 2 juta UMKM pada akhir 2020.

Neneng Goenadi, Managing Director Grab Indonesia, menyampaikan Grab berkomitmen penuh untuk membantu pemerintah dalam mendukung keberlangsungan bisnis UMKM di Indonesia.

“Melalui kerja sama dengan KemenkopUKM ini, Grab akan memberikan akses perluasan digital dan dukungan peluang ekonomi yang lebih luas kepada para jutaan UMKM tradisional di Indonesia agar mereka bisa terus bertahan di masa yang sulit ini,” ujarnya.

Guna mewujudkan pengembangan pembinaan UMKM berbasis digital dan sumber daya ekonomi Indonesia, kerja sama antara Grab dan Kemenkop-UKM ini akan meliputi dukungan akses terhadap pelatihan untuk peningkatan keterampilan UMKM Indonesia.

Dukungan program pendaftaran UMKM ke dalam ekosistem digital untuk mempercepat transformasi digital pelaku usaha di Indonesia, dukungan untuk menjembatani antara pelaku UMKM untuk menciptakan kesempatan kerja sama yang lebih luas dalam mengembangkan bisnis mereka. Serta dukungan promosi untuk para UMKM dalam berbagai kegiatan yang akan dilakukan oleh Grab Indonesia.

Selama masa pandemi ini, Grab juga telah menyambut lebih dari 170.000 UMKM dan lebih dari 32.000 pedagang tradisional yang tak mengenal kata menyerah untuk bertahan dan terus mengembangkan bisnis mereka di masa yang serba tidak pasti ini.

Secara keseluruhan, pekerja informal dari platform Grab berkontribusi sebesar Rp77,4 triliun bagi ekonomi Indonesia pada 2019, angka ini meningkat 58% dari Rp48,9 triliun pada 2018.

“Kami harap segala upaya dan inisiatif yang kami lakukan dapat membantu upaya pemulihan ekonomi, dan meningkatkan daya saing serta ketangguhan para UMKM di Indonesia,” tuturnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

umkm Dagang-el
Editor : Fatkhul Maskur
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top