Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Organda Protes! Tiap Libur Panjang Kok Operasional Truk Dibatasi

Organda menilai pemerintah jangan selalu membatasi operasional angkutan barang setiap ada libur panjang karena mengganggu kinerja bisnis.
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 22 Oktober 2020  |  15:13 WIB
Kendaraan melintas di Jalan Tol Seksi Empat (JTSE) Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (26/2/2020). Bisnis - Paulus Tandi Bone
Kendaraan melintas di Jalan Tol Seksi Empat (JTSE) Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (26/2/2020). Bisnis - Paulus Tandi Bone

Bisnis.com, JAKARTA - Organda merasa keberatan terkait dengan pembatasan operasi angkutan barang menjadi kebiasaan yang dilakukan setiap libur panjang. Pemerintah diminta lebih tegas pada penyebab kemacetan yang sebenarnya.

Ketua Bidang Angkutan Barang Organda Ivan Kamadjaja mengungkapkan pihaknya berkeberatan pemerintah selalu membatasi aktivitas angkutan barang ketika libur panjang. Pasalnya, pembatasan cukup mengganggu arus distribusi logistik.

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) membatasi operasional angkutan barang guna mengantisipasi lonjakan arus lalu lintas pada libur Maulid Nabi Muhammad SAW 1442 H. Pembatasan operasional ini akan berlaku untuk arus mudik pada 27-28 Oktober 2020 dan arus balik pada 31 Oktober-2 November 2020.

"Kami sudah menyatakan keberatan, ini kenapa setiap libur panjang dilakukan pembatasan angkutan barang. Kalau dahulu maklum namanya Lebaran setahun sekali itu masih oke," ujarnya kepada Bisnis.com, Kamis (22/10/2020).

Dia menyebut sejak beberapa tahun terakhir ini jadi kebiasaan ketika libur panjang. Pihaknya sangat berkeberatan waktu libur panjang menjadi langganan dan kebiasaan dilakukan pembatasan angkutan barang.

Lebih lanjut, Organda menyayangkan pemerintah masih berpandangan truk sebagai sumber masalah kemacetan. Pasalnya, berdasarkan data yang dimilikinya, bahwa komponen terbesar kemacetan itu kendaraan pribadi yang mencapai lebih dari 88 persen. "Seharusnya itu yang dapat diatur," imbuhnya.

Di sisi lain, dia tidak menyangkal bahwa memang ada beberapa pengusaha angkutan barang yang melanggar ketentuan yang dapat menyebabkan kemacetan. Pelanggar atau oknum tersebut membawa barang dengan kelebihan muatan (overload) melebihi spesifikasi truk jadi jalannya lambat.

"Namun, banyak juga yang sudah mengikuti aturan dengan anti over dimension over load [ODOL], memuat sesuai spesifikasi kendaraan, kalau sesuai pasti tidak menyebabkan lambat. Kasihan mereka yang sudah menurut aturan, ini disamaratakan angkutan barang sumbu tiga ke atas itu ada pembatasan," paparnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Kemenhub organda
Editor : Rio Sandy Pradana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top