Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Sri Mulyani Soroti Anggaran Belanja Daerah Rendah, Pemulihan Berjalan Lambat

Belanja pemerintah daerah yang masih rendah tersebut, khususnya yang terkait dengan program pemulihan ekonomi nasional (PEN).
Maria Elena
Maria Elena - Bisnis.com 22 Oktober 2020  |  20:17 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati saat tiba di depan Ruang Rapat Paripurna I untuk menghadiri Pembukaan Masa Persidangan I Tahun Sidang 2020-2021 di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8/2020). Bisnis - Arief Hermawan P
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati saat tiba di depan Ruang Rapat Paripurna I untuk menghadiri Pembukaan Masa Persidangan I Tahun Sidang 2020-2021 di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8/2020). Bisnis - Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyoroti realisasi belanja daerah masih sangat rendah, padahal tinggal tersisa 2,5 bulan pada tahun ini untuk menggenjot realisasi APBD.

Belanja pemerintah daerah yang masih rendah tersebut, khususnya belanja yang terkait dengan program pemulihan ekonomi nasional (PEN) berdampak pada pemulihan ekonomi yang dinilai masih berjalan lambat.

"Di tingkat daerah masih perlu ditingkatkan. Beberapa belanja daerah yang berhubungan dengan pemulihan ekonomi masih sangat minimal," katanya, Kamis (22/10/2020).

Sri Mulyani memaparkan belanja pemerintah daerah untuk sektor kesehatan baru mencapai Rp13,3 triliun dari total anggaran sebesar Rp30,4 triliun.

Di samping itu, belanja daerah untuk jaring pengaman sosial mencapai Rp11,7 triliun atau 51 persen dari total anggaran Rp22,8 triliun.

"Masih ada 3 bulan, berarti 49 persen seharusnya bisa membantu masyarakat di daerah," tuturnya.

Sri Mulyani mengatakan serapan anggaran yang lambat menunjukkan ada banyak halangan atau kendala, sehingga hal ini perlu diatas agar dunia usaha dan masyarakat bisa mendapatkan manfaat dari APBN dan APBD 2020.

Oleh karena itu, Sri Mulyani mendorong sisa 2,5 bulan pada tahun ini agar dimanfaatkan untuk memaksimalkan anggaran sehingga bisa mencorong pemulihan ekonomi, khususnya sisi permintaan masyarakat.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sri mulyani realisasi belanja daerah Pemulihan Ekonomi Nasional
Editor : Annisa Sulistyo Rini
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top