Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kapan Lagi Ada Market Sounding Proyek Infrastruktur?

Berdasarkan catatan Bisnis, sepanjang tahun ini, Kementerian PUPR sudah melaksanakan sedikitnya tiga penjajakan minat pasar. 
Arif Gunawan
Arif Gunawan - Bisnis.com 21 Oktober 2020  |  20:07 WIB
Ilustrasi: Jalan Tol Krian-Legundi-Bunder-Manyar (KLBM) Sidoarjo Gresik.  - Waskita Beton Precast
Ilustrasi: Jalan Tol Krian-Legundi-Bunder-Manyar (KLBM) Sidoarjo Gresik. - Waskita Beton Precast

Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat menyatakan tidak ada rencana program penjajakan minat pasar atau market sounding proyek baru dalam waktu dekat.

Dirjen Pembiayaan Infrastruktur Kementerian PUPR Eko D. Heripoerwanto menjelaskan bahwa saat ini memang tidak ada rencana program market sounding proyek baru.

"Tidak ada [program market sounding], untuk progres dari penawaran yang lalu juga belum," ujarnya kepada Bisnis, Rabu (21/10/2020).

Sebelumnya, progres dari program market sounding di antaranya adalah proyek kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU) preservasi jalan lintas timur (jalintim) Sumatra wilayah Riau, yang sudah memasuki tahapan prakualifikasi lelang.

Proyek ini menggunakan skema availability payment atau pembayaran dengan ketersediaan layanan.

"Proyek KPBU preservasi jalintim Sumatra wilayah Riau sudah memasuki tahapan prakualifikasi, badan usaha yang berminat bisa mendaftar mulai 4 September—17 September 2020," ujarnya kepada Bisnis Jumat (4/9/2020).

Heri menyebutkan bahwa proyek ini sedang dalam proses untuk mendapatkan penjaminan dari pemerintah dengan nilai perkiraan investasi yang dibutuhkan mencapai Rp585,30 miliar.

Berdasarkan catatan Bisnis, sepanjang tahun ini, Kementerian PUPR sudah melaksanakan sedikitnya tiga penjajakan minat pasar. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

lelang proyek
Editor : Zufrizal
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top