Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Utilisasi Industri Pengguna Karet Diupayakan ke Level 80 Persen

Kemenperin telah menyiapkan setidaknya tiga strategi untuk mengungkit utilisasi industri ban dan barang dari karet ke level 80 persen.
Andi M. Arief
Andi M. Arief - Bisnis.com 21 Oktober 2020  |  18:44 WIB
Ban mobil merek Goodyear.  - reuters
Ban mobil merek Goodyear. - reuters

Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Perindustrian menargetkan utilisasi industri ban dan barang dari karet saat tutup tahun 2020 berada level 80 persen.

Direktur Industri Kimia Hilir dan Farmasi Kemenperin Muhammad Taufik mencatat saat ini utilisasi industri ban dan barang dari karet berada di kisaran 60 persen—70 persen. Angka tersebut sebelumnya ada di level 30 persen—40 persen pada Maret—Juli 2020.

"Tetap kami usahakan naik [tingkat utilisasinya], karena dalam kondisi normal utilisasi kami di 80 persen. Ini yang mau kami jaga, di angka 80 persen [pada kuartal IV/2020]," katanya kepada Bisnis, Rabu (21/10/2020).

Taufik mengakui bahwa industri ban dan barang dari karet nasional akan jatuh pada tahun ini. Namun, pihaknya telah menyiapkan setidaknya tiga strategi untuk mengungkit utilisasi industri ban dan barang dari karet ke level 80 persen dalam 2 bulan terakhir 2020.

Pertama, penerbitan izin operasional dan mobilitas kegiatan industri (IOMKI) bagi industri ban dan barang dari karet. Kemenperin telah menerbitkan 18.101 IOMKI pada hingga 20 September 2020.

Kedua, membatasi pasar lokal dari produk impor, khususnya ban, kecuali barang yang belum diproduksi di dalam negeri. Taufik mendata produk-produk yang keran impornya masih dilonggarkan adalah ban radial untuk bus dan truk.

Ketiga, meningkatkan volume produksi untuk pasar global. Taufik menilai perang dagang Amerika Serikat dan China yang belum tuntas memberi efek positif pada industri ban nasional saat ini.

"Kami belum bisa pastikan, tapi kemungkinan besar kita bisa menambah [pangsa] pasar ekspor kita di Amerika Serikat dengan adanya perang dagang ini," katanya.

Walakin, Taufik meramalkan produksi industri ban pada 2020 akan turun. Pasalnya, Kemenperin mencatat utilisasi industri ban nasional berada di bawah 50 persen selama hampir 1 semester.

Dia menilai jatuhnya produksi ban didorong oleh rendahnya serapan kendaraan bermotor di pasar. Menurutnya, penurunan produksi ban kendaraan bermotor akan mengikuti penurunan serapan kendaraan bermotor di pasar atau sekitar 60 persen secara tahunan.

Taufik mendata utilisasi industri ban nasional berada di kisaran 30 persen—40 persen selama Maret—Juli 2020. Angka tersebut naik ke kisaran 60 persen—70 persen per Agustus 2020 saat pembatasan sosial berskala besar mulai dilonggarkan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

industri karet
Editor : Zufrizal
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top