Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

CSIS: Penerapan Standarisasi Lingkungan Masih Sulit Bagi UMKM

Penerapan standardisasi lingkungan tersebut dalam praktiknya masih terkendala, salah satunya karena membutuhkan biaya meski bertujuan untuk transformasi hijau.
Hadijah Alaydrus
Hadijah Alaydrus - Bisnis.com 20 Oktober 2020  |  16:58 WIB
Pedagang menyusun mainan di Pasar Gembrong, Jakarta, Senin (24/2/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Pedagang menyusun mainan di Pasar Gembrong, Jakarta, Senin (24/2/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA - Penerapan sustainability standards dinilai sulit bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) karena membutuhkan biaya yang tidak sedikit.

Kepala Ekonom Center for Strategic and International Studies (CSIS) Yose Rizal Damuri mengatakan memang sustainability standards atau standar keberlanjutan sudah diterapkan di banyak negara, termasuk negara berkembang.

Namun, penerapan standardisasi lingkungan tersebut dalam praktiknya masih terkendala, salah satunya karena membutuhkan biaya meski bertujuan untuk transformasi hijau.

"Ada permasalahan dalam penerapannya, butuh capital yang baru. Ada masalah atau biaya dalam pemenuhannya untuk mengikuti aturan tersebut," katanya dalam acara Webinar Strategi Pemulihan Ekonomi PascaCovid-19 dan Peningkatan Kemudahan Berusaha Indonesia, Selasa (20/10/2020).

Selain itu, Yose mengatakan penerapan sustainability standards ini juga dibutuhkan sertifikasi yang akan kembali menambah biaya.

Sertifikasi ini dilakukan untuk membuktikan bahwa suatu produk mengikuti standar lingkungan. Karena itu, dengan banyaknya biaya yang harus dikeluarkan, menurut Yose akan berat bagi UMKM.

Oleh karena itu, penerapan standardisasi tersebut harus mendapat dukungan penuh oleh pemerintah dan dunia usaha, utamanya dunia usaha yang besar.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

umkm lingkungan hidup standarisasi
Editor : Maria Elena
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top