Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Terbang ke Singapura, Penumpang Wajib Test PCR Wajib Dua Kali

PT Angkasa Pura II mewajibkan penumpang yang terbang ke Singapura wajib menjalani dua kali tes PCR, yakni saat berangkat dan kembali ke Indonesia.
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 19 Oktober 2020  |  13:17 WIB
Petugas memeriksa suhu tubuh penumpang yang baru tiba di Terminal 3 Kedatangan Internasional Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Senin (2/3/2020).Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Petugas memeriksa suhu tubuh penumpang yang baru tiba di Terminal 3 Kedatangan Internasional Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Senin (2/3/2020).Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA - Penumpang pesawat untuk kepentingan perjalanan bisnis mendesak, perjalanan diplomatik dan kedinasan di jalur Indonesia – Singapura wajib menjalani tes Polymerase Chain Reaction (PCR) sebanyak dua kali yakni pada saat keberangkatan dan saat kedatangan di bandara.

Direktur Utama PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin mengatakan pengecekan hasil tes PCR akan dilakukan sebanyak dua kali yakni saat keberangkatan dengan surat hasil maksimal 72 jam, dan kemudian penumpang akan menjalani PCR test saat kedatangan di bandara.

“Oleh karena itu saat ini PT Angkasa Pura II juga tengah menyiapkan laboratory test facilities di Bandara Soekarno-Hatta,” jelasnya melalui siaran pers yang dikutip, Senin (19/10/2020).

Sementara itu, melalui keterangan resmi terkait pelaksanaan TCA/RGL Indonesia – Singapura, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan WNI tidak memerlukan visa untuk masuk ke Singapura dengan syarat memiliki sponsor government agency dan enterprises di Singapura dan mengajukan safe travel pass.

Bagi applicants dari Singapura harus memiliki sponsor government/business entity di Indonesia dan mengajukan visa secara online kepada Ditjen Imigrasi Indonesia.

Kemudian, eligilble travellers dari Indonesia wajib melakukan registrasi aplikasi TraceTogether dan SafeEntry selama di Indonesia. Sementara, eligible travellers dari Singapura wajib melakukan registrasi aplikasi e-HAC dan PeduliLindungi selama di Indonesia.

Sebagai informasi pada 2019 penerbangan Jakarta – Singapura merupakan rute internasional tersibuk ke-3 di dunia. Berdasarkan laporan dari OAG, sepanjang tahun lalu terdapat 27.046 penerbangan yang dilayani oleh 7 maskapai di rute tersebut yaitu Garuda Indonesia, Singapore Airlines, Lion Air, Jetstar Asia, Indonesia AirAsia, Scoot, dan Batik Air.

Namun seiring dengan pandemi Covid-19, jumlah penerbangan di rute Jakarta - Singapura mengalami penurunan. Pada Januari 2020 jumlah penerbangan masih di sekitar sekitar 2.500 penerbangan lalu turun di September 2020 menjadi sekitar 300 penerbangan.

TGA/RGL yang diterapkan ini sebagai langkah optimalisasi penerbangan rute Indonesia - Singapura sehingga dapat tetap berkontribusi mendukung aktivitas dan perekonomian.

#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan #cucitangandengansabun

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

angkasa pura ii Adaptasi Kebiasaan Baru
Editor : Rio Sandy Pradana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top