Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Dua Sektor Non Migas Ini Bikin Neraca Dagang Surplus

Menteri Perdagangan menyebut ada dua sektor non migas yang mampu memicu neraca perdagangan Indonesia pada September 2020 mengalami surplus.
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 17 Oktober 2020  |  14:02 WIB
Pekerja mengecek lembaran baja di pabrik Sunrise Steel, Mojokerto, Jawa Timur, Kamis (18/2).ANTARA FOTO - Zabur Karuru
Pekerja mengecek lembaran baja di pabrik Sunrise Steel, Mojokerto, Jawa Timur, Kamis (18/2).ANTARA FOTO - Zabur Karuru

Bisnis.com, JAKARTA – Neraca perdagangan Indonesia pada September 2020 surplus sebesar US$2,44 didorong oleh sektor non migas.

Menteri Perdagangan Agus Suparmanto menyampaikan surplus pada September 2020 mencapai US$2,44 miliar yang diindikasikan sebagai sinyal kembali pulihnya perekonomian nasional. Surplus ini, lanjutnya, merupakan surplus bulanan ketujuh kalinya sepanjang 2020 dan melanjutkan tren surplus lima bulan berturut-turut sejak Mei 2020.

Secara kumulatif, neraca perdagangan Indonesia pada Januari–September 2020 tercatat surplus US$13,51 miliar. Surplus tersebut bahkan telah melampaui surplus neraca perdagangan tahun 2017 yang mencapai US$ 11,84 miliar, yang merupakan nilai surplus tertinggi dalam lima tahun terakhir (2015–2019).

“Peningkatan surplus perdagangan tersebut terutama disebabkan surplus nonmigas menjadi US$2,91 miliar. Komoditas penyumbang surplus pada September 2020 tersebut antara lain lemak dan minyak hewan/nabati [HS 15]; bahan bakar mineral [HS 27]; serta besi dan baja [HS 72],”jelasnya mellaui siaran pers Sabtu (17/10/2020).

Agus juga menjelaskan sektor pertanian dan industri berkontribusi terhadap surplus September 2020. Adapun, peningkatan ekspor nonmigas bulan September 2020 disebabkan oleh melonjaknya ekspor sektor pertanian dan industri, masing-masing sebesar 20,8 persen dan 7,4 persen MoM.

Produk ekspor pertanian yang meningkat pesat pada September 2020 dibandingkan Agustus 2020 adalah sayuran (naik 80,3 persen), buah-buahan (naik 13,8 persen), serta kopi, teh dan rempah-rempah (naik 25,8 persen). Sementara itu, produk utama sektor industri yang meningkat pesat di antaranya besi dan baja (naik 32,5 persen), kendaraan dan bagiannya (naik 28,3 persen), serta lemak dan minyak hewan/nabati (naik 13,1 persen).

Pada September 2020, nilai total ekspor Indonesia mencapai US$14,0 miliar, tercatat sedikit di atas rata-rata nilai ekspor awal 2020 (Januari–Maret) yang sebesar US$13,9 miliar per bulan. Peningkatan kinerja ekspor Indonesia pada September 2020 sebesar 7 persen dibandingkan bulan sebelumnya (MoM) ini didorong adanya kenaikan ekspor migas (17,4 persen MoM) maupun nonmigas (6,5 persen MoM).

Ekspor Indonesia menunjukkan tren penguatan setelah mengalami kontraksi terdalam pada Mei 2020 akibat dampak negatif pandemi Covid-19. Sementara itu, negara-negara mitra dagang utama Indonesia seperti Amerika Serikat (AS), India, dan Filipina menyumbang surplus nonmigas terbesar selama September 2020 yang jumlahnya mencapai US$2,13 miliar

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Neraca Perdagangan kemendag
Editor : Rio Sandy Pradana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top