Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Properti Ritel Singapura Tertolong Sewa Tepi Kota, Orchard Road Rontok

Properti ritel Singapura tertolong oleh pergerakan pasar di tepi kota, sedangkan mal-mal di Orchard Road mengalami nasib terburuk
M. Syahran W. Lubis
M. Syahran W. Lubis - Bisnis.com 16 Oktober 2020  |  15:49 WIB
Mal di Orchard Road, Singapura./Bloomberg - Wei Leng Tay
Mal di Orchard Road, Singapura./Bloomberg - Wei Leng Tay

Bisnis.com, JAKARTA – Peningkatan aktivitas di sektor ritel Singapura mengisyaratkan penurunan harga sewa pada akhir tahun ini atau awal tahun depan, kata tim peneliti Knight Frank dalam laporan yang diterbitkan pada Jumat (16/10/2020).

Sewa ritel secara keseluruhan diperkirakan turun 10 persen hingga 15 persen untuk sepanjang tahun ini karena tekanan resesi dan pembatasan jarak aman, menurut konsultan real estat tersebut.

Meskipun demikian, di wilayah pinggiran kota, harga sewa pengecer kemungkinan akan turun hanya 7,5 persen atau bahkan kurang dari itu.

"Saat toko ritel fisik kembali beroperasi, lalu lintas pembelanja juga kembali ke tingkat yang lebih besar di mal pinggiran kota dibandingkan dengan yang berlokasi di pusat yang lebih bergantung pada jumlah dolar turis," tulis analis Knight Frank.

Dengan demikian, kesenjangan sewa antara mal pinggiran kota dan mal di Orchard Road kemungkinan terus menyempit, mengingat arus masuk wisatawan ke Singapura masih terhambat oleh pembatasan perjalanan.

Sewa ritel pinggiran kota diharapkan pulih lebih cepat karena didukung oleh pembelanjaa penduduk domestik.

Pada kuartal ketiga tahun ini, sewa ritel utama di seluruh negara pulau itu turun 10,3 persen yoy menjadi rata-rata Sin$27,40 per square foot (psf) per bulan, karena langkah-langkah jarak aman dan kontrol perbatasan tetap diterapkan.

Penurunan ini sebagian besar disebabkan oleh penurunan 11 persen dalam sewa kotor untuk ruang ritel utama di sepanjang sabuk perbelanjaan Orchard Road, karena toko-toko di sana terus berjuang dengan tidak adanya turis internasional, kata Knight Frank.

Ruang utama mengacu pada unit yang menghasilkan sewa antara 350 dan 1.500 ft2 dengan bagian depan, konektivitas dan aksesibilitas terbaik di mal. Ruang seperti itu biasanya terletak di lantai dasar mal atau lantai bawah tanah mal yang terhubung dengan stasiun mass rapid transit (MRT) atau persimpangan bus.

Di Marina Center, City Hall, dan wilayah Bugis, harga sewa kotor ruang ritel utama turun 13,5 persen yoy menjadi Sin$ 25,40 psf rata-rata per bulan untuk kuartal ketiga.

Pinggiran kota, sementara itu, mencatat penurunan 8,6 persen dari tahun lalu, menjadi Sin$23,40 psf per bulan. Ritel daerah pinggiran kota menopang Singapura, di mana harga sewa mulai stabil selama periode Juli–September.

Wilayah pinggiran kota mencatat penurunan terkecil dalam sewa ritel perdana bruto selama kuartal tersebut, tergelincir 6,9 persen dalam setahun ke rata-rata Sin$ 26,60 psf per bulan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bisnis properti singapura

Sumber : The Business Times

Editor : M. Syahran W. Lubis
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top