Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Singapura Lebih Takut Rugi daripada Hantu, Pasar Properti Menguat

Pasar sekunder properti di Singapura meningkat pada September dibandingkan dengan Agustus. Salah satu alasannya adalah beberapa pembeli rumah percaya bahwa dampak terburuk dari pandemi di Singapura telah berakhir.
M. Syahran W. Lubis
M. Syahran W. Lubis - Bisnis.com 13 Oktober 2020  |  21:13 WIB
Properti residensial di Singapura./Bloomberg - Wei Leng Tay
Properti residensial di Singapura./Bloomberg - Wei Leng Tay

Bisnis.com, JAKARTA – Harga kondominium di pasar sekunder bertahan tinggi di tengah permintaan yang kuat pada September, dengan lebih dari 1.000 unit terjual selama 3 bulan berturut-turut.

Sebanyak 1.286 kondominium berpindah tangan bulan lalu, naik 0,4 persen dari Agustus dan 62,8 persen lebih tinggi dari September tahun lalu, menurut angka kilat dari portal real estat SRX Property pada Selasa (13/10/2020) yang dikutip The Straits Times.

Nicholas Mak, kepala penelitian dan konsultasi ERA Realty, mengatakan Festival Hantu Lapar dari 19 Agustus hingga 16 September, yang diyakini beberapa orang sebagai periode yang tidak menguntungkan untuk membuat keputusan besar, tidak menghentikan pembeli rumah untuk membeli real estat.

"Salah satu alasannya adalah beberapa pembeli rumah percaya bahwa dampak terburuk dari pandemi di Singapura telah berakhir dan inilah saatnya untuk kembali memasuki pasar. Ketakutan akan kerugian lebih besar daripada ketakutan akan Hantu Lapar," kata Mak.

Bulan Hantu Lapar adalah kepercayaan dalam masyarakat China bahwa dalam waktu satu bulan ini, pintu alam baka terbuka dan hantu-hantu di dalamnya dapat bersuka ria berpesiar ke alam manusia.

Sementara itu, Christine Sun, kepala penelitian dan konsultasi di OrangeTee & Tie, mengatakan lebih banyak pembeli memadati pasar sekunder untuk mencari "nilai beli", terutama dengan harga yang menarik dan unit yang berukuran besar.

Dia mengatakan data URA Realis (Urban Redevelopment Authority Real Estate Information System) menunjukkan 33,9 persen dari transaksi penjualan kembali kondominium pada September adalah untuk unit antara 800 ft2–1.200 ft2, sementara 47,7 persen transaksi untuk unit yang lebih luas dari 1.200 ft2.

Transaksi penjualan kembali pada September juga mencakup dua pembelian massal apartemen di Balestier Road—12 unit di Victory Point dan 10 unit di Gedung Crescent—oleh perusahaan, menurut data URA Realis.

Meskipun permintaan meningkat, harga jual kembali kondominium pada September stabil, hanya naik tipis 0,1 persen dibandingkan dengan Agustus, dan dengan jumlah yang sama dibandingkan bulan yang sama tahun lalu.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bisnis properti singapura

Sumber : The Straits Times

Editor : M. Syahran W. Lubis
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top