Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Mediacorp Lepas Lahan di Puncak Bukit untuk Proyek Bungalow

Perusahaan media terkemuka Mediacorp melepas lahan miliknya yang berada di puncak bukit, yang dahulu merupakan kampus penyiar hingga 2015, kepada developer yang hendak membangun bungalow.
M. Syahran W. Lubis
M. Syahran W. Lubis - Bisnis.com 15 Oktober 2020  |  15:13 WIB
Mediacorp melepas lahan di atas bukit untuk dibangunkan bungalow. - CBRE & Showsuite Consultancy
Mediacorp melepas lahan di atas bukit untuk dibangunkan bungalow. - CBRE & Showsuite Consultancy

Bisnis.com, JAKARTA – Mediacorp menunjuk CBRE dan Showsuite Consultancy untuk menjual lahan di atas bukit yang merupakan eks kampus penyiar yang berpotensi dibangunkan bungalow, melalui tender publik yang dibuka hingga 9 Desember 2020.

Areal yang dilepas mencakup luas 752.015 ft2, berlokasi di puncak bukit yang dahulu merupakan  Caldecott Broadcast Center yang ikonik selama lebih dari 6 dekade hingga 2015, yang tak digunakan lagi ketika Mediacorp pindah ke lokasinya saat ini di Mediapolis @one-north.

Nilai tanah bruto untuk pembangunan kembali bungalow yang diusulkan di lokasi itu diharapkan lebih dari Sin$400 juta termasuk premi diferensial dan premi peningkatan sewa, kata CBRE (Coldwell Banker Richard Ellis) dan Showsuite Consultancy.

“Ini akan menghasilkan tarif tanah sekitar Sin$540 per ft2,” kedua agen dan konsultan properti itu dalam pernyataan bersama.

Berdasarkan skema yang diusulkan arsitek Mediacorp, 67 bungalow dapat dibangun di lokasi itu dengan biaya tanah untuk pengembang potensial mencapai sekitar Sin$6 juta per plot.

Dengan harga ini, pengembang dapat mencapai titik impas sekitar Sin$9 juta hingga Sin$10 juta per bungalow, menurut CBRE dan Showsuite.

Rumah-rumah baru yang terpisah dalam pembangunan yang diusulkan, yang merupakan bagian dari Area Good Class Bungalow (GCB) Caldecott Hill Estate, kemungkinan besar akan dihargai Sin$11 juta hingga Sin$14 juta, tergantung pada desain dan konfigurasi.

"Ini sebanding dengan harga rata-rata rumah terpisah di Sentosa Bay dan GCB di wilayah tengah," kata kedua konsultan real estat tersebut.

Mediacorp menjalankan enam saluran televisi, 11 stasiun radio, dan layanan streaming on-demand, MeWatch (sebelumnya Toggle), menjadikannya bisnis media terbesar di Singapura. Mediacorp dimiliki oleh Temasek Holdings, perusahaan investasi komersial milik Pemerintah Singapura.

Urban Redevelopment Authority (URA) telah memberikan Mediacorp persetujuan untuk membangun kembali lokasi tersebut menjadi bungalow dua lantai dengan luas tanah setidaknya 800 m2 per rumah.

Ukuran itu lebih kecil dibandingkan dengan minimum biasanya 1.400 m2 untuk membagi tanah tempat tinggal di area GCB, tetapi dua kali lipat dari persyaratan untuk sebuah bungalow di area non-GCB. CBRE dan Showsuite menjuluki rumah itu sebagai "GCB junior".

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bisnis properti singapura

Sumber : The Business Times

Editor : M. Syahran W. Lubis
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top