Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Belanja Penanganan Covid-19 Belum Optimal? Cek Realisasinya

Realisasi anggaran Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) terus meningkat, di mana data per 7 Oktober 2020 tercatat di angka Rp331,94 triliun, atau 47,75 persen dari total pagu Rp695,2 triliun.
Edi Suwiknyo
Edi Suwiknyo - Bisnis.com 14 Oktober 2020  |  12:04 WIB
Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FKKMK) Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Sleman, mengadakan deteksi Covid-19 untuk tenaga kesehatan puskesmas dan komunitas di Kabupaten Sleman dengan menggunakan alat RDT buatan UGM sendiri. - Antara
Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FKKMK) Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Sleman, mengadakan deteksi Covid-19 untuk tenaga kesehatan puskesmas dan komunitas di Kabupaten Sleman dengan menggunakan alat RDT buatan UGM sendiri. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Kendati belum sesuai ekspektasi, progres penyerapan belanja penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional (PEN) mulai menunjukkan perbaikan. Pemerintah terus mendorong supaya penyerapan anggaran tersebut optimal.

Data Ditjen Perbendaharaan per 9 Oktober 2020 menunjukkan untuk sektor kesehatan, sampai dengan tanggal 9 Oktober 2020, belanja penanganan Covid-19 lainnya yang terdapat pada beberapa kementerian terealisasi sebesar Rp15,67 triliun.

Penyerapan anggaran ini sudah termasuk dengan bantuan iuran Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang telah terealisasi sebesar Rp1,18 triliun serta insentif tenaga Kesehatan (nakes) pusat dan daerah sebesar Rp3,31 triliun dan realisasi santunan kematian nakes sebesar Rp29,4 miliar.

Pemerintah juga memaparkan realisasi bantuan dan fasilitas untuk mendukung daya beli masyarakat khususnya yang terkena dampak ekonomi dari pandemi Covid-19 juga terus terealisasi.

Untuk sisi demand, pemerintah masih meneruskan program bantuan sosial (bansos) Program Keluarga Harapan (PKH) yang penyerapannya secara rinci bisa dibagi ke dalam 8 program.

Pertama, program keluarga harapan telah teralisasi Rp36,26 triliun kepada 10 juta keluarga penerima manfaat. Kedua, bansos beras PKH Rp901,7 miliar untuk 2 juta KPM. Ketiga, kartu sembaku senilai Rp33,97 triliun untuk 19,41 juta KPM.

Keempat, paket sembako Jabodetabek untuk 1,4 juta KPM senilai Rp4,46 triliun. Kelima, bansos BST non-Jabodetabek senilai Rp26,27 triliun. Kelima, kartu prakerja yang telah direalisasikan senilai Rp19,87 triliun yang menjangkau 5,59 juta peserta.

Keenam, BLT dana desa yang realisasinya telah mencapai Rp13,04 triliun untuk 7,5 juta KPM. Terakhir, bansos bagi penerima sembako non PKH yang telah terserap Rp4,5 triliun.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bansos Covid-19 bantuan langsung tunai Pemulihan Ekonomi Nasional
Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top