Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pembangunan Huntap di Sulteng Dilanjutkan, Mencakup 1.005 Unit

Pembangunan hunian tetap untuk warga korban gempa, tsunami, dan likuefaksi di Sulawesi Tengah 2 tahun lalu dilanjutkan dengan menyiapkan 1.005 unit huntap.
Yanita Petriella
Yanita Petriella - Bisnis.com 13 Oktober 2020  |  15:17 WIB
Pembangunan hunian tetap (huntap) untuk korban gempa, tsunami, dan likuefaksi Kota Palu, Sulawesi Tengah, di Kelurahan Tondo dan Talise, Kecamatan Mantikulore./Antara - Moh. Ridwan
Pembangunan hunian tetap (huntap) untuk korban gempa, tsunami, dan likuefaksi Kota Palu, Sulawesi Tengah, di Kelurahan Tondo dan Talise, Kecamatan Mantikulore./Antara - Moh. Ridwan

Bisnis.com, JAKARTA – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat melanjutkan pembangunan hunian tetap (huntap) tahap 1B sebanyak 1.005 unit untuk masyarakat terdampak bencana di Sulawesi Tengah.

Direktur Rumah Khusus Ditjen Perumahan Kementerian PUPR Johny Fajar Sofyan Subrata mengatakan huntap tahap 1B senilai Rp110,07 miliar tersebut akan dibangun di tiga lokasi yakni Kota Palu, Kabupaten Sigi, dan Kabupaten Donggala.

“Kami akan kembali melanjutkan program pembangunan huntap bagi masyarakat di Sulteng,” ungkapnya melalui siaran pers pada Selasa (13/10/2020).

Huntap pascabencana Sulteng beserta prasarana dasar kavling unit tahap 1B tersebut dibangun oleh Kepala Satuan Non-Vertikal Tertentu (SNVT) Perumahan Sulteng dengan PT Waskita Karya selaku kontaktor.

Menurut Johny, pembangunan huntap sangat diperlukan untuk membantu masyarakat yang terdampak gempa, tsunami, serta likuefaksi pada 28 September 2018. Bencana alam tersebut menyebabkan banyak rumah masyarakat rusak dan tidak dapat dihuni lagi, bahkan banyak yang ambles ke dalam bumi.

Dia berharap kepada pelaksana pembangunan di lapangan untuk mematuhi 3T yakni tepat mutu, tepat waktu, dan tepat sasaran.

“Huntap tahap 1B ini nantinya dibangun sama dengan sebelumnya yakni huntap tahap 1A sebelumnya yakni menggunakan konsep Rumah Sehat Instan Sederhana (Risha),” tutur Johny.

Kepala Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan (BP2P) Sulawesi II Suko Wiyono didampingi Kepala SNVT Penyediaan Perumahan Sulteng Rezki Agung mengatakan total hunian pada pembangunan huntap 1 B direncanakan 1.005 unit.

Untuk itu, pihaknya akan berupaya agar selain proses pembangunan di lapangan berjalan dengan baik, juga meningkatkan koordinasi dengan pemerintah daerah setempat serta menjalankan proses administrasi dengan baik.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

perumahan sulawesi tengah Kementerian PUPR
Editor : M. Syahran W. Lubis
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top