Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Inikah Perusahaan RI yang Berminat Beli Saham Mitsui di Paiton Energy?

Sebelumnya, Mitsui & Co. Ltd., perusahaan manufaktur asal Jepang, disebut-sebut tengah mempertimbangkan untuk melakukan divestasi saham mayoritasnya di PT Paiton Energy.
Denis Riantiza Meilanova
Denis Riantiza Meilanova - Bisnis.com 12 Oktober 2020  |  16:55 WIB
Wisatawan menaiki perahu yang akan membawa ke lokasi snorkling/diving di Pantai Binor dekat Kompleks PLTU Paiton di Probolinggo, Jawa Timur, Sabtu (23/3/2019). - ANTARA/Widodo S Jusuf
Wisatawan menaiki perahu yang akan membawa ke lokasi snorkling/diving di Pantai Binor dekat Kompleks PLTU Paiton di Probolinggo, Jawa Timur, Sabtu (23/3/2019). - ANTARA/Widodo S Jusuf

Bisnis.com, JAKARTA — Mitsui & Co. Ltd. menegaskan rencananya untuk menjual sisa kepemilikan saham di pembangkit listrik tenaga batu bara yang tersebar di berbagai negara, termasuk Indonesia.

Dalam sebuah wawancara dengan Reuters, dikutip dari www.businesstimes.com.sg, Senin (12/10/2020), CEO Mitsui Tatsuo Yasunaga mengatakan bahwa langkah tersebut dilakukan karena perusahaan ingin beralih ke gas untuk membantu mencapai target nol emisi pada 2050.

"Kami masih memiliki saham di pembangkit listrik tenaga batu bara di Indonesia, China, Malaysia, dan Maroko, tetapi tujuan kami adalah menjadikannya nol pada 2030," kata Yasunaga.

Sebelumnya, perusahaan manufaktur asal Jepang itu disebut-sebut tengah mempertimbangkan untuk melakukan divestasi saham mayoritasnya di PT Paiton Energy.

Berdasarkan situs resmi perusahaan, Paiton Energy mengoperasikan tiga pembangkit listrik tenaga batu bara di pembangkit listrik Paiton di Probolinggo, Jawa Timur, yakni Paiton Unit 7—8 dengan kapasitas 2 x 615 megawatt (MW) dan Paiton Unit 3 dengan kapasitas 815 MW.

Menyusul rencana divestasi tersebut, PT Adaro Energy Tbk., dan PT Toba Bara Sejahtra Tbk (TOBA) dikabarkan akan berkongsi untuk mengambil alih kepemilikan Mitsui yang sebesar 45,5 persen. 

Head of Corporate Communication Division Adaro Energy Febriati Nadira mengaku bahwa perseroan memang tengah melakukan kajian terhadap rencana akuisisi saham Paiton Energy.

“Saat ini kami sedang melakukan kajian dan oleh karenanya belum ada kepastian untuk berpartisipasi [akuisisi di PLTU Paiton],” ujar Febriati ketika dihubungi Bisnis, Jumat (4/9/2020).

Namun, dia tidak memberi keterangan lebih lanjut ketika ditanya mengenai potensi berkongsi dengan Toba Bara. 

Sementara itu, pihak Toba Bara tidak merespons ketika dihubungi secara terpisah.  Manajemen PT Paiton Energy juga menolak memberi tanggapan terkait rencana akuisisi tersebut. 

Selain Mitsui & Co. Ltd., Paiton Energy dimiliki oleh perusahaan investasi energi Qatar, Nebras Power QSC, sebanyak 35,5 persen, lalu PT Toba Bara Sejahtra Tbk. (TOBA) sebesar 5 persen.

Sisanya dimiliki oleh Jera Co., yang merupakan perusahaan patungan antara Tokyo Electric Power Co. dan Chubu Electric Power Co.

Seperti dilansir dari Bloomberg, Mitsui bekerja dengan seorang penasihat untuk membahas potensi divestasi 45,5 persen saham di salah satu produsen listrik swasta terbesar di Indonesia ini, menurut salah seorang sumber yang mengetahui rencana ini.

Kesepakatan tersebut diperkirakan bernilai lebih dari US$1 miliar. Meskipun Mitsui belum memulai proses penjualan formal, tetapi perusahaan mulai menarik minat dari calon pembeli, termasuk produsen listrik regional.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

mitsui Paiton Energy
Editor : Zufrizal
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top