Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ekspor Sepatu Diproyeksi Tetap Tumbuh, tetapi di Bawah Dua Digit

Alas kaki merupakan produk yang mampu mempertahankan ekspor di tengah pandemi Covid-19.
Ipak Ayu H Nurcaya
Ipak Ayu H Nurcaya - Bisnis.com 12 Oktober 2020  |  18:43 WIB
Pekerja menyelesaikan pembuatan sandal dan sepatu di PT Aggiomultimex, Sidoarjo, Jawa Timur, Senin (25/9). - ANTARA/Umarul Faruq
Pekerja menyelesaikan pembuatan sandal dan sepatu di PT Aggiomultimex, Sidoarjo, Jawa Timur, Senin (25/9). - ANTARA/Umarul Faruq

Bisnis.com, JAKARTA — Pelaku industri alas kaki memproyeksi ekspor sepatu hingga akhir tahun akan stabil tumbuh di kisaran 5 persen—8 persen.

Ketua Pengembangan Sport Shoes & Hubungan Luar Negeri Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo) Budiarto Tjandra mengatakan bahwa secara year-to-date atau periode Januari—Agustus, ekspor sepatu tumbuh 8 persen. Namun, pada kuartal IV/2020 yang biasanya menjadi puncak order saat ini tidak bisa diharapkan.

"Kami proyeksi sampai akhir tahun ekspor hanya akan tumbuh 5—8 persen karena biasanya kuartal IV naik, tetapi tahun ini tidak akan strong," katanya kepada Bisnis, Senin (12/10/2020).

Secara global, Budiarto menyebutkan bahwa federasi industri sepatu dunia juga memprediksi permintaan sepatu tahun ini akan turun hingga 20 persen. Pasalnya, pada sisa tahun yang hanya kurang dari 3 bulan ini pelaku industri memang sudah tidak bisa berbuat banyak.

Pada 2018, ekspor sepatu tercatat US$5,1 miliar, tetapi pada 2019 hanya pada angka US$4,4 miliar. Faktor utama penurunan yang signifikan ini adalah terkait dengan daya saing.

Akhir pekan lalu, Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga baru saja melepas ekspor 15 juta pasang sepatu produksi PT Bintang Indokarya Gemilang (BIG) di Brebes, Jawa Tengah.

Jerry menyampaikan bahwa alas kaki merupakan produk yang mampu mempertahankan ekspor di tengah pandemi Covid-19. Menurutnya, produk alas kaki juga dapat menjadi contoh bahwa pada saat seperti ini produk buatan Indonesia tetap dapat menjaga dan terus berupaya meningkatkan ekspor.

“Ekspor alas kaki ikut memberi momentum terhadap ekspor Indonesia. Ekspor alas kaki turut berkontribusi terhadap neraca perdagangan yang positif,” kata Jerry.

Pada periode Januari—Agustus 2020, ekspor alas kaki Indonesia tercatat US$3,17 miliar. Nilai ini meningkat 8 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu yang tercatat sebesar US$2,93 miliar.

Sementara itu, impor alas kaki periode Januari—Agustus 2020 tercatat US$418,7 juta atau turun 24,7 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.

Sepanjang 2019, total ekspor alas kaki Indonesia sebesar US$4,4 miliar. Secara keseluruhan, pasar ekspor utama produk alas kaki Indonesia adalah Amerika Serikat, China, Belgia, Jepang, dan Jerman.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ekspor sepatu
Editor : Zufrizal
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top