Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Jokowi Heran Menterinya Sulit Tiru Ekosistem Petani & Nelayan di Negara Lain

Presiden Jokowi meminta jajarannya untuk meniru kesuksesan negara lain terkait pengembangan korporasi petani dan nelayan.
Muhammad Khadafi
Muhammad Khadafi - Bisnis.com 06 Oktober 2020  |  09:53 WIB
Presiden Joko Widodo saat membukasidang kabinet paripurna untuk penanganan kesehatan dan pemulihan ekonomi tahun 2021, di Istana Negara, Jakarta, Senin (7/9 - 2020)  -  Youtube Setpres
Presiden Joko Widodo saat membukasidang kabinet paripurna untuk penanganan kesehatan dan pemulihan ekonomi tahun 2021, di Istana Negara, Jakarta, Senin (7/9 - 2020) - Youtube Setpres

Bisnis.com, JAKARTA - Presiden Joko Widodo menekankan pentingnya mengkorporasikan dan mengintegrasikan petani dan nelayan dengan BUMN, BUMD, hingga swasta. Padahal menurutnya mudah saja untuk meniru kesuksesan negara lain, seperti Spanyol dan Malaysia.

Presiden menambahkan bahwa rencana membuat korporasi petani dan nelayan sudah sering dibicarakan dengan para menteri.

“Saya sudah perintahkan sebetulnya beberapa tahun lalu untuk melihat Felda di Malaysia, untuk melihat koperasi sapi di Spanyol, model-modal yang bagus seperti itu sebenarnya gampang kita tiru tapi saya tidak tahu sampai sekarang tidak bisa kita bangun 1 atau 2 contohnya,” kata Presiden dalam rapat terbatas mengenai pembentukan korporasi petani secara virtual dari Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Selasa (6/10/2020).

Dia menjelaskan peran BUMN hingga swasta bagi petani dan nelayan seharusnya bukan hanya menjadi off taker atau penyerap hasil produksi. Akan tetapi juga mendampingi hingga tercipta model bisnis yang baik.

“Ini yang belum,” tambah Jokowi.

Oleh karena itu, Jokowi memerintahkan jajarannya untuk fokus membangun 1 atau maksimal 2 pilot project korporasi petani dan nelayan di sebuah provinsi. Proyek ini harus dikerjakan hingga rampung dan dapat menjadi sebuah patokan yang bisa ditiru provinsi lain.

“Karena belajar dari pengalaman, saya yakin akan banyak kelompok tani dan nelayan lain yang mau meng-copy, mau meniru kalau melihat ada contoh korporasi petani dan nelayan yang dilihat berhasil dan bisa menyejahterakan,” kata Presiden.

Jokowi juga meminta kementerian dan lembaga memperkuat ekosistem tersebut dengan regulasi yang mendukung.

“Saya minta kementerian dan lembaga memperkuat ekosistem yang kondusif bagi pengembangan korporasi petani dan korporasi nelayan melalui penyiapan regulasi yang mendukung ke arah itu,” katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Jokowi petani nelayan
Editor : Fitri Sartina Dewi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top