Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ini yang Perlu Diperhatikan Agar Ekosistem Logistik Nasional Berhasil

Salah satunya faktor interoperability (kemampuan cakupan yang luas) dalam proses logistik, sehingga tidak terjadi repetisi atau duplikasi yang akan berujung pada efisiensi.
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 04 Oktober 2020  |  18:14 WIB
Sejumlah pria berjalan di antara truk pembawa logistik antarpulau di NTT di pelabuhan Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan (ASDP) Indonesia Ferri di Bolok, Kupang, NTT (4/6/2020). Sebanyak 30 truk pengangkut logistik dan sembako ke sejumlah pulau di NTT tertahan di pelabuhan tersebut akibat pembatasan 50 persen kapasitas angkutan kapal guna mencegah penyebaran Covid-19.  - ANTARA
Sejumlah pria berjalan di antara truk pembawa logistik antarpulau di NTT di pelabuhan Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan (ASDP) Indonesia Ferri di Bolok, Kupang, NTT (4/6/2020). Sebanyak 30 truk pengangkut logistik dan sembako ke sejumlah pulau di NTT tertahan di pelabuhan tersebut akibat pembatasan 50 persen kapasitas angkutan kapal guna mencegah penyebaran Covid-19. - ANTARA

Bisnis.com, JAKARTA - Penerapan ekosistem logistik nasional atau national logistics ecosystem (NLE) dinilai perlu memperhatikan empat faktor agar dapat sukses diterapkan secara nasional. Selain itu, upaya pembenahan terus menerus perlu dilakukan.

Pakar kemaritiman ITS Surabaya Raja Oloan Saut Gurning mengatakan konsultasi dan edukasi kepada ekosistem logistik nasional perlu lebih menjadi fokus pemerintah. Walau tentu tidak mudah untuk melaksanakannya apalagi dengan kondisi pandemi yang membatasi interaksi secara bebas.

"Uji coba perlu banyak dilakukan komunitas logistik nasional dalam berbagai kluster produk. Termasuk pola pengapalan baik kontainer atau non-kontainer yang masih relatif berimbang dibandingkan pengiriman kontainer di Indonesia," ujarnya kepada Bisnis, Minggu (4/10/2020).

Menurutnya, terdapat empat faktor yang biasanya sering dilaporkan dan menjadi faktor kunci sukses atau tidaknya proses penataan fasilitasi perdagangan dalam komunitas logistik nasional.

Pertama, faktor interoperability (kemampuan cakupan yang luas) dalam proses logistik, sehingga tidak terjadi repetisi atau duplikasi yang akan berujung pada efisiensi.

"Faktor kedua, benar-benar mendorong proses yang paperless. Jangan sampai namanya saja berbasis platform tapi faktanya tetap rumit akibat banyaknya dokumen dan pengisian informasi yang sama serta berulang-ulang dalam berbagai aplikasi," katanya.

Terkait faktor kedua ini katanya, unsur pendukung data analitis, big data hingga otomasi menjadi tuntutan sebagai enabler dari berbagai aplikasi tanpa kertas tersebut.

Dua faktor ini juga penting mendukung proses yang terkait dengan online single-submission (OSS) dan joint-inspection. Dalam hasil uji di Tanjung Emas dan Tanjung Perak memang telah faktual menurunkan waktu proses kepabeanan dan karantina dari biasanya 3 hari menjadi 1 hari saja.

"Namun tantangannya, apakah hal ini bisa konsisten, meluas untuk berbagai proses logistik untuk berbagai moda angkutan, lokasi/pelabuhan,dan kargo serta pemilik dan penerima barang," ungkapnya.

Faktor ketiga adalah kemampuan penelusuran (traceability) yang dibutuhkan untuk memonitor proses logistik inbound dan outbound yang efisien dan aman. Teknologi yang dapat membantu penerapan hal ini sudah jamak adalah RFID dan sedang masif teknologi blockchain.

Menurutnya, dengan mendorong dua aplikasi ini diterapkan di Indonesia dalam mendukung ekosistem logistik adalah tuntutan yang perlu segera direalisasikan.

Faktor keempat yang mungkin sangat faktual di Indonesia adalah pertimbangan pelantar bersama yang akan menjadi jalur publik itu dapat dipercaya dalam menjaga kerahasiaan data komersial dan finansial.

"Mungkin hal ini yang menjadi faktor kuat masih enggannya pelaku atau operator logistik nasional untuk berpartisipasi secara progresif," tuturnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

logistik Ekosistem Logistik Nasional
Editor : Oktaviano DB Hana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top