Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Lelang Pelabuhan Patimban Dibuka, SMDR Langsung Tancap Gas

PT Samudera Indonesia Tbk. (SMDR) langsung tancap gas saat proses prakualifikasi lelang operator Pelabuhan Patimban dibuka untuk bergabung dalam konsorsium.
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 30 September 2020  |  15:48 WIB
Aktivitas proyek pembangunan Pelabuhan Patimban di Kabupaten Subang, Jawa Barat, Selasa (23/6/2020). Bisnis - Rachman
Aktivitas proyek pembangunan Pelabuhan Patimban di Kabupaten Subang, Jawa Barat, Selasa (23/6/2020). Bisnis - Rachman

Bisnis.com, JAKARTA - PT Samudera Indonesia Tbk. (SMDR) akan mengikuti proses prakualifikasi lelang operator Pelabuhan Patimban, Subang. Perusahaan mengaku siap untuk tergabung dalam konsorsium pengelola pelabuhan hasil kerja sama Indonesia dan Jepang tersebut.

Direktur Utama SMDR Bani Maulana Mulya mengatakan pihaknya sudah menantikan dibukanya proses lelang operator pelabuhan yang akan jadi sentra ekspor mobil completely built unit (CBU) ini.

"Akhirnya saat yang ditunggu-tunggu telah tiba hari ini, proses prakualifikasi menuju lelang operator [Pelabuhan] Patimban sudah dimulai. Kami memiliki waktu sekitar dua minggu untuk mempersiapkan dan memasukkan persyaratan untuk kualifikasi lelang tersebut," jelasnya kepada Bisnis.com, Rabu (30/9/2020).

Dia mengaku timnya langsung semangat begitu pemerintah mulai membuka prakualifikasi lelang operator Pelabuhan Patimban per hari ini, Rabu (30/9/2020). Pihaknya langsung mempersiapkan kembali semua persyaratan, surat-surat perizinan, dan semua yang perlu dipenuhi kepada Kementerian Perhubungan untuk mengikuti proses prakualifikasi tersebut.

Tak lupa, dia juga tetap menjaga komunikasi dengan calon-calon mitra baik investor lokal maupun asing yang akan menjadi konsorsiumnya jika terpilih sebagai operator Pelabuhan Patimban.

"Kami tetap berkomunikasi juga dengan calon-calon mitra, yang berupa investor lokal maupun juga asing, mengenai rencana ke depan, bagaimana kami akan berkolaborasi dalam proyek Patimban ini. Yang jelas proyek ini berskala besar, tentu tidak bisa ditangani oleh suatu pihak sendirian tanpa kolaborasi," paparnya.

Dia menegaskan akan sangat baik berbagai pihak yang sama-sama memiliki pengalaman, kompetensi, keunggulan untuk berkolaborasi membangun Pelabuhan Patimban untuk Indonesia.

Bani akan menggaet investor lokal dan Jepang untuk menjadi konsorsium bersama operator Patimban. Pasalnya, operator Pelabuhan Patimban haruslah berupa konsorsium yang terdiri dari perusahaan Indonesia dan perusahaan Jepang. Sebanyak 51 persen saham konsorsium dimiliki perusahaan Indonesia sedangkan 49 persen dimiliki perusahaan Jepang.

"Konsepnya memang akan diharapkan ada kolaborasi investor dan operator antara Indonesia - Jepang di dalam Patimban. Jadi nantinya, siapapun pasti akan bermitra," ujarnya.

Bani yang merupakan suami dari aktris Lulu Tobing ini menuturkan untuk proses lelang akhir SMDR kemungkinan besar akan ada dalam konsorsium bersama dua atau lebih perusahaan. Namun, saat proses prakualifikasi seperti saat ini, belum diperlukan konsorsium.

SMDR akan maju sebagai peserta lelang melalui anak usahanya yang memang sudah menjadi pengelolaan pelabuhan. Lewat anak usahanya, SMDR mengelola Terminal Peti Kemas Palaran, Samarinda. Selain itu, SMDR juga mengelola Dermaga 303-305, Dermaga 208, dan Dermaga Serbaguna Nusantara di Pelabuhan Tanjung Priok.

Pelabuhan Patimban merupakan proyek hasil kerjasama antarpemerintah (G to G) Indonesia dengan Jepang. Badan Kerjasama Internasional Jepang (JICA) telah berkomitmen mengucurkan pinjaman tahap pertama senilai 118 miliar Yen atau setara Rp14,2 triliun untuk tahap pertama; total pendanaan mencapai Rp42 triliun.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pelabuhan samudera indonesia
Editor : Rio Sandy Pradana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top