Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

JTD Bakal Dijatuhi Sanksi Terkait Kecelakaan Kerja di Proyek Tol

JTD memegang konsesi 6 ruas tol dalam kota Jakarta lewat perjanjian pengusahaan jalan tol yang ditandatangani pada 25 Juli 2014.
Arif Gunawan
Arif Gunawan - Bisnis.com 30 September 2020  |  06:54 WIB
Infografik 6 Ruas Tol Dalam Kota. - Bisnis/Status per 12 Oktober 2018
Infografik 6 Ruas Tol Dalam Kota. - Bisnis/Status per 12 Oktober 2018

Bisnis.com, JAKARTA — Badan Pengatur Jalan Tol Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat menyatakan bahwa pihak yang bertanggung jawab dari kecelakaan kerja di proyek 6 ruas tol dalam kota bakal dikenai sanksi.

Kepala BPJT Danang Parikesit menjelaskan bahwa sanksi bakal dijatuhkan atas kejadian kecelakaan kerja yang terjadi akhir pekan lalu.

"[Kami akan] memberi sanksi tegas kepada pihak yang bertanggung jawab dari unsur kontraktor pelaksana, konsultan supervisi, dan konsultan pengendali mutu independen [PMI] atas kejadian tersebut," ujarnya kepada Bisnis, Selasa (29/9/2020).

Selain sanksi, BPJT juga memerintahkan kepada BUJT untuk meningkatkan aspek sistem manajemen keselamatan konstruksi (SMKK) pada pelaksanaan pekerjaan konstruksi di lapangan dengan melibatkan ahli kesehatan dan keselamatan kerja konstruksi.

Kemudian memastikan berjalannya SMKK tersebut pada seluruh lingkup konstruksi di lapangan.

Sebelumnya Danang menjelaskan saat ini pelaksanaan pekerjaan konstruksi pada lokasi kecelakaan kerja telah dihentikan sementara waktu untuk dilakukan investigasi dan evaluasi lebih lanjut.

Keputusan penghentian ini bakal dilaksanakan hingga Komite Keselamatan Konstruksi (Komite K2) menyetujui langkah kerja, termasuk prosedur standar operasional pengendalian dan pengawasan oleh kontraktor pelaksana dan konsultan supervisi proyek.

PT Jakarta Tollroad Development (JTD) merupakan pemegang konsesi proyek jalan tol tersebut.

Berdasarkan catatan Bisnis per Agustus 2019, JTD didirikan melalui konsorsium 12 perusahaan dengan porsi mayoritas dimiliki PT Pembangunan Jaya. Perusahaan ini menguasai 72,20 persen saham JTD lewat tiga anak usahanya, yaitu PT PT Jaya Real Property Tbk., PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk., dan PT Jaya Konstruksi Manggala Pratama Tbk.

JTD memegang konsesi 6 ruas tol dalam kota Jakarta lewat perjanjian pengusahaan jalan tol yang ditandatangani pada 25 Juli 2014. Durasi hak pengusahaan berlangsung selama 45 tahun, dimulai sejak 2016 dan berakhir pada 2061.

Sebelumnya, JTD telah menghentikan pekerjaan di proyek 6 ruas tol dalam Kota Jakarta setelah terjadi kasus kecelakaan yang menewaskan seorang pekerja di lokasi tersebut.

Frans S. Sunito, Direktur Utama JTD, menjelaskan bahwa pihaknya menghentikan operasional proyek setelah terjadi kecelakaan akhir pekan lalu.

"Untuk sementara proses pekerjaan kami hentikan sambil menunggu pemeriksaan dari Komite Keselamatan Konstruksi," ujarnya kepada Bisnis, Selasa (29/9/2020).

Frans menuturkan bahwa pihaknya sedang melakukan review ulang seluruh prosedur kerja serta penerapan standar keselamatan kerja di lokasi proyek.

Sebelumnya, terjadi peristiwa kecelakaan kerja di proyek tersebut pada Sabtu, 26 September 2020 pukul 17.35 WIB, tepatnya di Zona 4 Depan PT Mahkota KM 21 Jalan Raya Bekasi Kelurahan Pegangsaan Dua, Kecamatan Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Korban tewas dalam insiden ini berinisial A, warga Jakarta yang merupakan satuan pengaman PT Adhi Jaya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jalan tol
Editor : Zufrizal
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top