Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pamerintah Dorong Produksi Rock Wool Tahan Api

Kementerian Perindustrian berupaya mendorong utilisasi di seluruh sektor manufaktur terdampak pandemi Covid-19, termasuk pabrik PT Nichias Rockwool Indonesia sebagai satu-satunya produsen bahan isolasi panas, penyerap suara, dan tahan api dari mineral wool.
Ipak Ayu H Nurcaya
Ipak Ayu H Nurcaya - Bisnis.com 30 September 2020  |  14:16 WIB
Pabrik Nichias Rockwool Indonesia di Cikampek, Karawang, Jawa Barat, 14 September 2017.  - Kemenperin
Pabrik Nichias Rockwool Indonesia di Cikampek, Karawang, Jawa Barat, 14 September 2017. - Kemenperin

Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Perindustrian berupaya mendorong utilisasi di seluruh sektor manufaktur terdampak pandemi Covid-19, termasuk pabrik PT Nichias Rockwool Indonesia sebagai satu-satunya produsen bahan isolasi panas, peredam suara, dan tahan api dari mineral wool.

PT Nichias Rockwool Indonesia berdiri sejak 1995, dan saat ini sudah memiliki 3 tiga plant dengan total kapasitas terpasang sebesar 35.000 ton per tahun. Namun, realisasi produksinya hanya 16.362 ton per tahun. Jadi, utilisasinya sekitar 46,75 persen.

“Beberapa waku lalu, kami meninjau pabrik PT Nichias Rockwool Indonesia di Cikampek. Kami sangat mengapresiasi perusahaan tersebut yang selama ini memberikan kontribusinya kepada pembangunan Indonesia, pengembangan teknologi dan penyerapan tenaga kerja,” kata Direktur Jenderal Industri Kimia, Farmasi dan Tekstil (IKFT) Kemenperin Muhammad Khayam melalui siaran pers, Rabu (30/9/2020).

Kebutuhan di pasar domestik terhadap bahan isolasi panas, penyerap suara, dan tahan api dari mineral wool ini mencapai 22.343 ton pada 2018, sedangkan pada 2019 menembus 23.765 ton. Pertumbuhan permintaannya setiap tahun meningkat sekitar 10-15 persen.

“Saat ini, kebutuhan bahan tersebut di dalam negeri hanya dipasok oleh PT Nichias Rockwool Indonesia, yang merupakan satu-satunya produsen bahan isolasi panas, penyerap suara dan tahan api dari mineral wool di tanah air,” paparnya.

Rock wool adalah serat pintal anorganik yang terbuat dari mineral atau batuan alami. Pembuatan rock wool dengan cara melelehkan bahan baku mineral pada suhu tinggi kemudian dicampur resin dan dihembuskan dengan tekanan tertentu sehingga menghasilkan serat yang dinamai rock wool.

Keunggulan produk rock wool yaitu sebagai bahan isolasi panas, penyerap suara, dan tahan api sehingga banyak digunakan dalam pembangunan gedung, peralatan proses produksi di industri petrokimia, listrik dan perkapalan. Bahkan saat ini diterapkan juga sebagai media tanam hidroponik.

Sebagai produk industri, rock wool menggunakan bahan baku yang berasal dari sumber daya alam lokal sehingga memiliki tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) yang cukup tinggi. Karena sifatnya, sangat cocok untuk keperluan industri sebagai upaya menghemat energi, menjaga lingkungan dan sebagai alat pengaman.

Guna menggenjot produktivitas dan menarik investasi di sektor industri bahan isolasi panas, penyerap suara dan tahan api dari mineral wool ini, Kemenperin terus memfasilitasi pemberian insentif fiskal dan nonfiskal.

"Misalnya, kami sedang menyusun regulasi Peraturan Menteri terkait SNI Wajib Bahan Isolasi Panas Penyerap Suara dan Tahan Api dari Mineral Wool," kata Khayam.

Sekjen Kementerian Perindustrian Haris Munandar memberikan sambutan pada Peresmian Lini Produksi Ketiga PT Pabrik Nichias Rockwool Indonesia di Cikampek, Karawang, Jawa Barat, 14 September 2017.

Pabrik Nichias Rockwool merupakan perusahaan satu-satunya di Indonesia dalam hilirisasi batuan alam. Perusahaan yang didirikan pada 1995 ini awalnya mengoperasikan pabrik rockwool dengan kapasitas produksi 5.000 ton per tahun dan dilanjutkan pembangunan jalur produksi kedua dengan kapasitas 10 ribu ton per tahun pada 2012 sehingga total kapasitas saat ini mencapai 35 ribu ton per tahun.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sel isolasi PT Nichias Rockwool Indonesia
Editor : Fatkhul Maskur
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top