Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kejar Tayang Serapan PEN, Wamenkeu: Harus Tetap Akuntabel!

Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu), Suahasil Nazara mengatakan bahwa program PEN dilakukan sebagai stimulasi agar daya beli masyarakat terjaga sehingga kontraksi pertumbuhan ekonomi bisa ditekan.
Jaffry Prabu Prakoso
Jaffry Prabu Prakoso - Bisnis.com 29 September 2020  |  12:55 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani (kiri) bersama dengan Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara menjawab pertanyaan wartawan usai melakukan pelaporan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan di Kantor DJP, Jakarta, Selasa (10/3/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Menteri Keuangan Sri Mulyani (kiri) bersama dengan Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara menjawab pertanyaan wartawan usai melakukan pelaporan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan di Kantor DJP, Jakarta, Selasa (10/3/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah tengah berupaya menyerap anggaran pemulihan ekonomi nasional (PEN) untuk menangani pandemi Covid-19. Dari pagu anggaran Rp695,2 triliun penyerapan yang telah terserap baru sebesar Rp268,3 triliun atau 38,6 persen.

Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu), Suahasil Nazara mengatakan bahwa program PEN dilakukan sebagai stimulasi agar daya beli masyarakat terjaga sehingga kontraksi pertumbuhan ekonomi bisa ditekan.

“Indonesia di kuartal II/2020 minus 5 persen di tengah pandemi ini. Diharapkan pada kuartal III kita bisa mengalami perbaikan, meskipun masih di zona negatif,” katanya dalam sambutan diskusi virtual, Selasa (29/9/2020).

Suahasil menjelaskan bahwa masyarakat menunggu realisasi PEN. Dalam penyerapannya, anggaran tersebut harus terealisasi dengan baik dan tidak sekadar habis dananya.

“Di sini peran APIP [aparat pengawasan intern pemerintah, SPI [sistem pengendalian internal], dan aparat menegak hukum membantu untuk memastikan bahwa seluruh kegiatan dalam waktu singkat tetap akuntabel namun dilakukan dengan sangat cepat,” jelasnya.

Suahasil menuturkan bahwa selain berlangsung dengan baik, alokasi PEN harus tepat sasaran. Jangan sampai ada yang mendapat dobel dan berakibat pada tidak meratanya bantuan. “Di sisi lain jangan sampai bantuan terkonsentrasi pada masyarakat tertentu saja,” jelasnya.

PEN membagi enam sektor dalam menjaga ekonomi. Semuanya adalah kesehatan, perlindungan sosial, sektoral, dukungan UMKM, pembiayaan korporasi, dan insentif usaha.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

anggaran kemenkeu pemulihan ekonomi
Editor : Ropesta Sitorus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top