Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Angkasa Pura II Bikin Pelatihan Berbasis Virtual Reality

Angkasa Pura II membuka pelatihan berbasis teknologi virtual reality yang diterapkan untuk unit Pertolongan Kecelakaan Penerbangan dan Pemadam Kebakaran (PKP-PK).
Rio Sandy Pradana
Rio Sandy Pradana - Bisnis.com 26 September 2020  |  10:24 WIB
Program pelatihan virtual reality yang dilakukan Angkasa Pura II.  - Dok. Istimewa
Program pelatihan virtual reality yang dilakukan Angkasa Pura II. - Dok. Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – PT Angkasa Pura II (Persero) atau AP II resmi membuka pelatihan berbasis teknologi virtual reality, sebagai babak baru dalam perjalanan transformasi digital perseroan.

Direktur Utama AP II Muhammad Awaluddin mengatakan angkatan pertama pelatihan berbasis virtual reality ini adalah 20 orang personel bandara yang bertugas di unit Pertolongan Kecelakaan Penerbangan dan Pemadam Kebakaran (PKP-PK) atau dikenal juga dengan Airport Rescue & Fire Fighting (ARFF).

“Ini merupakan pencapaian baru bagi AP II di dalam perjalanan transformasi digital yang dicanangkan sejak 4 tahun lalu. Di tengah pandemi ini bukan berarti proses pelatihan dan belajar berhenti, justru sebaliknya kita bisa lebih intens dengan menggunakan teknologi yang salah satunya adalah teknologi virtual reality,” kata Awaluddin dalam siaran pers, Sabtu (26/9/2020).

Dia menjelaskan teknologi virtual reality untuk pelatihan ini sangat relevan dalam situasi sekarang, serta mudah dan cepat dipahami rekan-rekan. Penggunaan teknologi virtual reality ini sebagai penegasan AP II untuk selalu berkomitmen menjalankan transformasi digital dan selalu menggunakan teknologi-teknologi terkini dalam aktivitas operasional perusahaan sehari-hari.

Awaluddin menuturkan pada pelatihan berbasis teknologi virtual reality bagi personel ARFF kali ini, modul yang digunakan adalah Fire Emergency Response sebagai simulasi dalam menangani situasi keadaan darurat di sisi udara Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Lewat modul itu, lanjutnya, peserta disimulasikan sebagai pengendara kendaraan foam tender merek Oshkosh 3000 yang merupakan salah satu armada utama dalam penanganan keadaan darurat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Modul itu juga memiliki lansekap lengkap sisi udara Soekarno-Hatta seperti runway, taxiway, apron dan sebagainya.

Ke depannya akan disiapkan berbagai modul lainnya dalam pelatihan ARFF. Setelah unit ARFF, pelatihan berbasis virtual reality akan diimplementasikan bagi unit Aviation Security (Avsec) dan Apron Movement Control (AMC).

“Ketiga unit itu yakni ARFF, Avsec dan AMC adalah unit operasi mandatori agar bandara dapat beroperasi dengan standar dan prosedur berbasis 3S + 1CC. Pelatihan berbasis teknologi virtual reality sendiri tidak mengambil alih keseluruhan proses pelatihan, tetapi melengkapi dan membuat lebih baik,” ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

teknologi angkasa pura ii
Editor : Rio Sandy Pradana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top