Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Data Penerima Bantuan Sosial dan UMKM 2021 Harus Diperluas

Moekti menjelaskan bahwa saat ini pola konsumsi masyarakat berubah dan mulai terjadi pengurangan konsumsi untuk makan di luar, jalan-jalan, dan pembelian makanan ringan. Masyarakat dinilai menjadi selektif karena pendapatan berkurang.
Jaffry Prabu Prakoso
Jaffry Prabu Prakoso - Bisnis.com 25 September 2020  |  16:23 WIB
Antrean pelaku UMKM mendaftar pengajuan Bantuan Sosial Produktif di Kantor Dinkop UKM Solo, Rabu 12 Agustus 2020. - JIBI/Burhan Aris Nugraha\n\n
Antrean pelaku UMKM mendaftar pengajuan Bantuan Sosial Produktif di Kantor Dinkop UKM Solo, Rabu 12 Agustus 2020. - JIBI/Burhan Aris Nugraha\\n\\n

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah berencana mengurangi bantuan sosial dan bantuan untuk pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) pada tahun depan. Fokus dana pada 2021 adalah pemulihan ekonomi. Sementara itu, yang dilakukan tahun ini adalah menjaga daya beli masyarakat.

Kepala Ekonom Danareksa, Moekti Prasetiani Soejachmoen mengatakan bahwa sejak pandemi Covid-19, pola konsumsi masyarakat berubah.

“Berdasarkan survei kami, pengeluaran masyarakat itu hampir semua bilang yang mereka pertahanankan adalah bahan pokok, listrik, produk nutrisi dan vitamin, serta paket data,” katanya melalui diskusi virtual, Jumat (25/9/2020).

Moekti menjelaskan bahwa di sisi lain terjadi pengurangan konsumsi untuk makan di luar, jalan-jalan, dan pembelian makanan ringan. Masyarakat dinilai menjadi selektif karena pendapatan berkurang.

Oleh karena itu, apabila bantuan sosial akan dikurangi tahun depan, pemerintah harus memiliki data yang akurat. Karena ini berkaitan dengan upaya untuk menjaga laju pertumbuhan. Sektor komsumsi rumah tangga merupakan kontributor terbesar dalam produk domestik bruto dengan porsi mencapai 57,85 persen.

“Lebih baik saat ini kita punya inklusi eror daripada eklusi eror. Artinya orang yang tidak berhak tapi dapat bantuan. Daripada orang yang harusnya tapi tapi tidak dapat karena sistem karena belum masuk,” jelasnya

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

umkm Pertumbuhan Ekonomi bantuan sosial
Editor : Ropesta Sitorus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top