Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Produk Teknologi Karya Anak Bangsa di Selandia Baru

Selandia Baru merupakan negara dengan pangsa pasar ekspor menjanjikan, tetapi terkenal dengan persyaratan kualitas dan keselamatan kerja yang sangat ketat, terutama untuk produk teknologi.
Amanda Kusumawardhani
Amanda Kusumawardhani - Bisnis.com 25 September 2020  |  19:05 WIB
Pembangkit Listrik Tenaga Air Benmore dengan 3 unit 225 MVA 220 kV buatan Indonesia. - istimewa
Pembangkit Listrik Tenaga Air Benmore dengan 3 unit 225 MVA 220 kV buatan Indonesia. - istimewa

Bisnis.com, JAKARTA -- Tim KBRI Wellington selalu mendukung upaya peningkatan ekspor produk-produk dari Indonesia untuk masuk ke Selandia Baru.

"Dan salah satu cara untuk menyeimbangkan neraca perdagangan Indonesia – Selandia Baru adalah dengan cara memperbanyak ekspor produk yang berkonten teknologi," kata Tantowi Yahya, Dubes RI untuk Selandia Baru, dikutip dari keterangan resminya, Jumat (25/9/2020).

Pasalnya, Selandia Baru merupakan negara dengan pangsa pasar ekspor menjanjikan, tetapi terkenal dengan persyaratan kualitas dan keselamatan kerja yang sangat ketat, terutama untuk produk teknologi.

Yang mengejutkan, dia mengemukakan bahwa produk Indonesia pun memiliki pangsa pasarnya tersendiri di Selandia Baru. dia mencontohkan hampir 400 unit trafo tenaga buatan Indonesia telah terpasang di seluruh penjuru Selandia Baru.

PT CG Power Systems Indonesia yang berlokasi di Cileungsi Bogor, Jawa Barat telah mengekspor trafo tenaga ke Selandia Baru sejak 1999 dengan merek CG Pauwels Trafo. Bahkan dengan relasi yang baik, perusahaan itu sudah memperoleh kepercayaan kontrak jangka panjang ke beberapa utilities, termasuk Transpower Limited, perusahaan listrik terbesar di Selandia Baru.

Untuk memberikan servis lokal terbaik, CGPSI juga membuka kantor cabang di New Zealand dan mempekerjakan 3 warga negara Selandia Baru sebagai karyawan tetap.

Pada 2019, CGPSI sukses membukukan ekspor ke Selandia Baru sebesar US$14,6 juta dan sejak 2018, ekspor trafo tenaga menempati urutan ke 7 dari 10 komoditas utama ekspor Indonesia ke Selandia Baru

Selandia Baru merupakan salah satu negara terdepan dalam hal energi terbarukan (Renewable Energy), dengan target 100 persen energi terbarukan pada 2030. Saat ini sedang dikerjakan 2 proyek Wind Farm (Pembangkit Listrik Tenaga Angin) yang sangat prestisius, yaitu Turitea dan Waipipi, salah satu Wind Farm terbesar di Selandia Baru.

Hal yang membanggakan, menurut Tantowi, trafo tenaga untuk kedua Wind Farm tersebut dirancang dan diproduksi di Cileungsi, Bogor yaitu trafo tenaga 135 MVA 220 kV dan 145MVA 110 kV. Dua produk ini juga diekspor bertepatan dengan Dirgahayu Republik Indonesia ke 75.

"Syukur Alhamdulillah pada tanggal 24 September 2020, trafo dari Bogor tersebut telah tiba di New Zealand. Kita sebagai rakyat Indonesia patut bangga dengan prestasi anak bangsa ini" jelas Tantowi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ekspor selandia baru
Editor : Amanda Kusumawardhani
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top