Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Resesi Membayangi, Pengetatan PSBB Ikut Pengaruhi Pertumbuhan Ekonomi

Ketika pembatasan sosial kembali diperketat, spending indeks masyarakat mendatar lagi.
Ni Putu Eka Wiratmini
Ni Putu Eka Wiratmini - Bisnis.com 24 September 2020  |  16:25 WIB
Gedung Bank Mandiri - bankmandiri.co.id
Gedung Bank Mandiri - bankmandiri.co.id

Bisnis.com, JAKARTA -- Ekonom Bank Mandiri menilai pengetataan pembatasan sosial skala besar (PSBB) di DKI Jakarta dan peningkatan kasus Covid-19 akan mempengaruhi perkembangan ekonomi pada semester II/2020.

Chief Economist Bank Mandiri Andry Asmoro mengatakan proyeksi pertumbuhan ekonomi di kuartal III/2020 diperkirakan masih akan berada pada teritori negatif, meskipun dengan arah membaik dibandingkan periode sebelumnya. Hal ini sejalan dengan dinamika ekonomi global di mana banyak negara-negara dunia yang juga sudah memasuki resesi, kecuali Vietnam dan Tiongkok yang masih mencatat pertumbuhan positif.

Menurutnya, resesi yang dialami oleh Indonesia diperkirakan tidak akan sedalam negara-negara sekawasan seperti India, Filipina, Malaysia, Thailand dan Singapore, maupun negara-negara maju di Kawasan Eropa dan AS.

Adapun pertumbuhan ekonomi di kuartal I/2020 melambat signifikan ke level 2,97 persen setelah muncul kasus pertama Covid-19 di Indonesia. Memasuki kuartal III/2020, kondisi ekonomi sedikit membaik seiring dengan adanya relaksasi PSBB.

Pada Kuartal III/2020, khususnya Juli dan Agustus, berbagai indikator telah menunjukan perbaikan kegiatan ekonomi dibandingkan bulan April dan Mei 2020. Sebagai contoh, penjualan kendaraan bermotor pada bulan Agustus 2020 sudah mencapai 37.291 unit setelah mencapai titik terendah yaitu 3.551 unit pada bulan Mei 2020.

Meskipun demikian, angka penjualan Agustus 2020 masih jauh di bawah angka rata-rata penjualan tahunan 2019 yang mencapai 85.577 unit. Tingkat hunian kamar hotel mulai membaik pada Juli 2020 menjadi 28,7 persen walaupun masih jauh dibawah sebelum periode Covid-19 yaitu 56,7 persen pada Juli 2020.

Kemudian, pada 14 September 2020, Jakarta kembali melakukan pengetatan PSBB. Ketika pembatasan sosial dilonggarkan, lanjutnya, confidence masyarakat meningkat yang pada akhirnya tingkatkan spending indeks. Namun, ketika pembatasan sosial kembali diperketat, spending indeks kembali mendatar lagi.

"Kalau kasus naik terus dan ada pengetatan PSBB kembali, ini yang kami sampaikan bisa pengaruhi kontraksi pada kuartal III dan kuartal IV," katanya dalam media gathering virtual tentang Economic Outlook Triwulan III/2020, Kamis (24/9/2020).

Bank Mandiri pun memperkirakan pertumbuhan full-year ekonomi Indonesia pada 2020 akan berada pada kisaran minus 1 sampai degan minus 2 persen.

Secara sektoral, lanjutnya, sektor-sektor jasa-jasa seperti, perdagangan, transportasi, hotel, restoran dan jasa-jasa perusahaan akan mengalami pemulihan yang relatif lambat dari perkiraaan semula akibat peningkatan kasus positif Covid-19.

Begitu pula sektor industri pengolahan yang pemulihannya mengikuti pola umum peningkatan ekonomi nasional karena sangat tergantung perbaikan daya beli dan confidence masyarakat sehingga mulai membelanjakan uangnya.

Sektor komoditas kelapa sawit dinilai bisa menjadi katalis positif yang mendorong perekonomian Indonesia ke depan terutama di sentra-sentra perkebunan di Sumatera dan Kalimantan.

"Harga minyak kelapa sawit sampai akhir tahun, kami perkirakan masih akan bertahan di tingkat harga US$700 per ton (FOB Malaysia)," katanya.

Menurutnya, perekonomian akan mulai memasuki masa pemulihan pada 2021 sejalan dengan asumsi kurva infeksi Covid-19 sudah menunjukkan perlambatan. Hal ini disertai dengan adanya prospek penemuan dan produksi vaksin sehingga masalah Pandemi ini bisa cepat teratasi.

"Kami memperkirakan ekonomi dapat tumbuh 4,4 persen di tahun 2021," katnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bank mandiri Pertumbuhan Ekonomi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB)
Editor : Annisa Sulistyo Rini
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top