Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Bandara Bali Didorong Jadi Super Hub Prioritas

Kementerian Perhubungan mendorong agar Bandar Udara Ngurah Rai dan Bandara di Bali Utara menjadi bandara super hub prioritas penggerak pemulihan pariwisata setelah pandemi covid-19 berlalu.
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 21 September 2020  |  17:20 WIB
Pesawat udara berada di kawasan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, Jumat (8/3/2019). - ANTARA/Fikri Yusuf
Pesawat udara berada di kawasan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, Jumat (8/3/2019). - ANTARA/Fikri Yusuf

Bisnis.com, JAKARTA – Kementerian Perhubungan mendorong agar Bandar Udara Ngurah Rai dan Bandara di Bali Utara menjadi bandara super hub prioritas penggerak pemulihan pariwisata setelah pandemi covid-19 berlalu.

Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub Novie Riyanto mengatakan rencana besar bandara di Bali ini harus dapat menghubungkan super hub di benua lainnya di Timur Tengah, Dubai, Eropa, Frankfurt, Honolulu hingga seluruh Asia Timur, China, Jepang, Korea Selatan, dan Australia.

“Kami melihat ke depan trennya semakin membaik. Mudah-mudahan Covid selesai sehingga posisi Bali menjadi trigger mengembangkan. Satu tahun dua tahun ke depan satu rasi Bali ini kami tetap membuat rencana dan mengeksekusi. Bali menjadi mumpuni super hub kebutuhan logistik dan pariwisata,” jelasnya dalam Webinar yang diselenggarakan oleh Bisnis Indonesia bertajuk Hub dan Super Hub di Penerbangan Mau Dibawa kemana Bandara Kita, Senin (21/9/2020).

Saat ini, Novie melanjutkan rencana ini juga sejalan dengan program yang dijalankan oleh pihaknya yakni konektivitas area logistik dan pariwisata.

Berdasarkan Grand Plan Pariwisata Lima Bali Baru, pihaknya juga mengembangkan bandara yang dapat mendukung wilayahnya dari sisi penerbangan dan kapasitas pendukungnya. Semua wilayah pengembangan lima Bali Baru seperti Manado, Labuan Bajo, hingga Mandalika akan terlayani oleh transportasi udara.

Tak hanya itu, kapasitas bandara harus dapat mendukung keberadaan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dari sisi ekspor.

Saat ini untuk konektivitas penerbangan dalam negeri saat ini terdapat 393 rute 14 maskapai terdiri dari 12 pesawat penumpang dan kargo (mixed) dan pesawat kargo. Rute ini menghubungkan sebanyak 135 kota.

Tak hanya domestik, untuk rute internasional saat ini sebanyak 152 rute yang menghubungkan Indonesia dengan kota lainnya di dunia. Layanan penerbangan internasional ini dilakukan oleh sebanyak 10 maskapai nasional dan 51 maskapai asing yang terkoneksi di 26 kota dalam negeri serta menghubungkan 65 kota di mancanegara.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bandara ngurah rai covid-19
Editor : Fatkhul Maskur
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top