Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Realisasi Penyaluran FLPP Capai Rp8,98 Triliun

Realisasi tersebut sebesar 86,10 persen dari target sebesar 102.500 unit yang telah ditetapkan oleh Pemerintah.
Yanita Petriella
Yanita Petriella - Bisnis.com 13 September 2020  |  12:19 WIB
Foto udara perumahan bersubsidi di Griya Panorama Cimanggung, Parakan Muncang, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Minggu (8/3/2020) -  ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi
Foto udara perumahan bersubsidi di Griya Panorama Cimanggung, Parakan Muncang, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Minggu (8/3/2020) - ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi

Bisnis.com, JAKARTA -- Sepanjang tahun ini Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) telah menyalurkan dana Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) sebanyak 88.252 unit dengan nilai mencapai Rp8,98 triliun.

Direktur Utama PPDPP Arief Sabaruddin mengatakan realisasi tersebut sebesar 86,10 persen dari target sebesar 102.500 unit yang telah ditetapkan oleh Pemerintah.

"Total penyaluran dana FLPP dari tahun 2010 – 2020 sebanyak 743.854 unit senilai Rp53,35 triliun," ujarnya seperti yang dikutip dari laman resmi Kementerian PUPR, Minggu (13/9/2020).

Dia menuturkan sesuai dengan Perjanjian Kerja Sama (PKS), idealnya Bank Pelaksana yang ada per September ini telah menyalurkan dana minimal 70 persen.

Rencananya, pada pertengahan Oktober ini pihaknya akan segera melakukan evaluasi kinerja bank pelaksana untuk kuartal ketiga 2020.
Hal ini dilakukan sebagai upaya untuk terus memberikan yang terbaik kepada masyarakat berpenghasilan rendah.

"Jadi, jika ada bank pelaksana yang masih belum optimal dalam menyalurkan dana FLPP, dapat dialihkan kuotanya kepada bank pelaksana yang lebih optimal sehingga dana FLPP dapat disalurkan dengan tepat, cepat dan sesuai dengan aturan yang ada," ucapnya.

Menilik dari data penyaluran dana FLPP periode yang sama, terdapat 28 Bank Pelaksana terdiri dari 7 bank nasional dan 21 bank pembangunan daerah yang berada di atas 70 persen.

“Posisi ini ideal untuk Bank Pelaksana, sehingga penyaluran dana FLPP ini lebih cepat dan tepat sesuai dengan kesepakatan yang ada,” tuturnya.

Sementara, sembilan bank pelaksana itu terdiri dari 1 bank nasional dan 8 bank pembangunan daerah berada di atas 50 persen dan di bawah 70 persen.

Lalu, sisanya sebanyak 5 bank pelaksana terdiri dari 2 bank nasional dan 3 bank pembangunan daerah lain penyalurannya masih berada di bawah lima puluh persen.

Adapun sepanjang tahun ini ditargetkan penyaluran dana FLPP untuk 102.500 unit senilai Rp11 triliun.

PPDPP optimistis dapat menyelesaikan sesuai dengan tenggat waktu yang telah ditetapkan. Bahkan, diperkirakan dengan anggaran Rp11 triliun bisa melebihi dari target unit yang ditetapkan oleh pemerintah.

Dia memproyeksikan dengan anggaran Rp11 triliun ini dapat menyalurkan dana FLPP 105,72 persen dari target yang ditetapkan pemerintah untuk tahun 2020 yang sebanyak 102.500 unit.

Oleh karena itu, diperkirakan hingga akhir tahun, PPDPP dapat menyalurkan dana FLPP dengan capaian maksimal sekitar 108.363 unit rumah.

"Ini berdasarkan proyeksi data persentase lolos pengujian Januari – Agustus 2020 dengan nilai rupiah yang sama," kata Arief.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

flpp Kementerian PUPR KPR Subsidi
Editor : Annisa Sulistyo Rini
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top