Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Ini Penyebab Ekspor APD Indonesia Menanjak

Permintaan domestik dan global yang tinggi menjadi peluang bagi pelaku usaha untuk terjun ke bisnis produksi APD.
Iim Fathimah Timorria
Iim Fathimah Timorria - Bisnis.com 06 September 2020  |  20:56 WIB
Ini Penyebab Ekspor APD Indonesia Menanjak
Pekerja perempuan memproduksi alat pelindung diri sebuah perusahaan garmen saat kunjungan Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah di Jakarta, Rabu (1/7/2020). Kunjungan Menaker tersebut guna memastikan pekerja perempuan pada sektor industri tidak mendapatkan perlakuan diskriminatif serta untuk mengecek fasilitas laktasi dan perlindungan kesehatan bagi pekerja terutama saat pandemi Covid-19. ANTARA FOTO - M Risyal Hidayat
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Maraknya pelaku usaha yang ramai-ramai terjun ke bisnis alat pelindung diri (APD) menjadi salah satu alasan meningkatnya ekspor produk kesehatan tersebut.

Adapun, ekspor alat pelindung diri (APD) tercatat mengalami peningkatan sejak pemerintah kembali membuka keran ekspor yang disertai dengan bertambahnya kapasitas produksi dalam negeri.

Ekonom Centre for Strategic and International Studies (CSIS) Indonesia Fajar B. Hirawan mengatakan permintaan domestik dan global yang tinggi menjadi peluang bagi pelaku usaha untuk terjun ke bisnis produksi APD. Hal ini tecermin dari kenaikan signifikan kapasitas produksi di berbagai level usaha.

“Mulai dari usaha kecil dan mikro sampai skala besar mulai merambah pasar APD karena memang permintaannya yang cukup tinggi,” kata Fajar saat dihubungi, Minggu (6/9/2020).

Dibukanya keran ekspor sejak tiga bulan lalu pun disebut Fajar menjadi penyeimbang pasokan yang berpotensi bertambah signifikan karena alih produksi yang dilakukan pelaku usaha. Di sisi lain, Fajar berpendapat kemampuan untuk ekspor ini juga menjadi sinyal disrupsi pada sisi produksi industri tekstil Tanah Air.

“Penyesuaian akan terjadi sangat cepat jika memang skala permintaannya tinggi dan mendesak. Covid-19 memang membuat disrupsi di hampir semua lini kegiatan ekonomi, dari hulu sampai hilir,” ujarnya.

Dia pun menyebutkan peluang perluasan pasar bagi produk APD Indonesia bakal amat tergantung pada berapa lama pandemi berlangsung. Tren ekspor pun juga akan amat dipengaruhi dengan efektivitas vaksin yang pengembangannya tengah gencar dilakukan berbagai negara.

Berdasarkan pernyataan yang dikeluarkan Direktorat Jenderal Perdagangan Luar Negeri kepada Bisnis pada pertengahan Juni, Indonesia berpotensi mengekspor masker bedah dan pakaian pelindung medis ke seluruh dunia.

Sejak awal dicabutnya larangan ekspor, permintaan untuk kedua produk ini telah datang dari Belanda dan negara Asia seperti Singapura, Sri Lanka dan Bangladesh. Sedangkan permintaan untuk pakaian medis datang dari Amerika Serikat, Belanda, Prancis, Australia, Norwegia, Korea Selatan, dan Jepang. 

Berdasarkan data BPS, nilai ekspor produk masker bedah sebelum Permendag Larangan Sementara Ekspor Antiseptik, Bahan Baku Masker, APD dan Masker diberlakukan atau periode Januari-Februari 2020 mencapai US$70,25 juta.

Nilai ekspor ini mengalami peningkatan sebesar 27.126 persen dibandingkan dengan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.

Sedangkan untuk produk APD (coverall dan surgical gown), nilai ekspor selama Januari-Februari 2020 mencapai US$1,95 juta. Adapun berdasarkan informasi dari Kementerian Perindustrian, terdapat diversifikasi produk pada industri garmen/tekstil yang memproduksi APD.

Semula perusahaan APD hanya berjumlah 8 perusahaan, namun kini sudah mencapai 73 perusahaan sehingga terjadi peningkatan produksi yang signifikan terhadap produk APD. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ekspor apd covid-19
Editor : Yustinus Andri DP
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top