Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kawasan Eropa dan AS Diserbu Eksportir APD Indonesia

Ekspor alat pelindung diri (APD) ke kawasan Eropa dan Amerika Serikat berpotensi terus meningkat lantaran menjadi bidikan utama eksportir Tanah Air.
Iim Fathimah Timorria
Iim Fathimah Timorria - Bisnis.com 06 September 2020  |  20:46 WIB
Petugas medis di Victoria yang sedang mengenakan APD - Bloomberg
Petugas medis di Victoria yang sedang mengenakan APD - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA – Negara-negara di kawasan Amerika dan Eropa disasar eksportir alat pelindung diri (APD) sebagai negara tujuan ekspor, pascadicabutnya ketentuan larangan ekspor produk tersebut.

Adapun, ekspor APD Indonesia memperlihatkan tren positif sejak Kementerian Perdagangan mencabut larangan ekspor sejumlah produk penanganan Covid-19 pada pertengahan Juni 2020 lewat Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 57 Tahun 2020 tentang  Ketentuan Ekspor Bahan Baku Masker, Masker, dan Alat Pelindung Diri.

Dalam perkembangannya, ekspor ke kawasan Eropa dan Amerika Serikat berpotensi meningkat lantaran menjadi bidikan utama eksportir Tanah Air.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), ekspor pakaian pelindung medis (coverall) dengan kode HS 62101019 naik 72,1 persen dari US$331.679 pada Juni menjadi US$571.199 pada Juli.

Ekspor terbesar terjadi untuk pengiriman ke Belanda dengan nilai US$254.049 yang kemudian disusul ekspor ke Jepang senilai US$125.000 dan ke Belgia dengan nilai US$94.227.

Meski mengalami penurunan selama Juni-Juli, ekspor masker nonmedis ke Amerika Serikat menjadi kontributor terbesar. Ekspor masker nonmedis pada Juni tercatat mencapai US$12,78 juta ke Negeri Paman Sam atau mencapai 69 persen dari total ekspor periode tersebut yang bernilai US$18,44 juta. Ekspor dalam jumlah besar juga tertuju ke Inggris dengan nilai US$2,03 juta.

Pelaku usaha dalam negeri mengamini bahwa permintaan ekspor dari Amerika Serikat dan Eropa mendominasi pengiriman. Meski demikian, perluasan ekspor ke negara dan kawasan lain tetap terbuka lebar.

“SRIL membuka peluang ekspor sejak pertengahan tahun. Sejauh ini inquiry sudah ditemukan ke Eropa dan Amerika,” kata Kepala Komunikasi Perusahaan PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL) Joy Citradewi kepada Bisnis, Minggu (6/9/2020).

Hal senada disampaikan pula oleh Wakil Direktur Utama PT Pan Brothers Tbk. Anne Patricia Sutanto yang menyebutkan bahwa ekspor APD perusahaan ke depannya akan didominasi ke Eropa dan Amerika Serikat. Meski demikian, dia menyatakan perusahaan juga bakal menjajal pasar potensial lain seperti Afrika dan Timur Tengah.

“Kebetulan permintaan lebih banyak dari sana. Selain itu karena di Asia juga bersaing dengan negara produsen yang juga banyak,” kata Anne kepada Bisnis.

Pan Brothers telah mulai melakukan ekspor APD untuk jenis masker nonmedis dengan kode HS 63079090 sejak April. Selain itu, perusahaan juga memproduksi pakaian pelindung medis, baik yang bersifatwashable maupun sekali pakai.

Mengutip data World Integrated Trade Solution (WITS) World Bank, Indonesia memang tak masuk jajaran utama negara eksportir produk garmen medis dengan kode HS 621010. Pada 2018, Indonesia hanya menempati peringkat ke-16 dari total nilai US$14,33 juta.

Nilai ekspor ini terpaut jauh dengan negara Asia lain seperti Vietnam yang pada 2018 mengekspor pakaian medis dengan nilai US$85,19 juta atau China yang bertengger di posisi pertama dengan nilai ekspor sebesar US$926,45 juta.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ekspor tekstil apd
Editor : Yustinus Andri DP
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top